News  

Perbaikan Jalan Rusak, Pemkab Cilacap Masih Kelabakan

ilustrasi

CILACAP – Perbaikan jalan rusak yang ada di berbagai wilayah, membuat Pemkab Cilacap kelabakan. Hingga kondisi jalan rusak ini kerap mendapatkan kritikan tajam dari masyarakat. Hingga jika ada masalah lain yang masih berkaitan dengan jalan, belum tentu menjadi prioritas perbaikan.

Sebut saja penanganan tebing longsor yang sering terjadi saat musim penghujan. Contohnya adalah tebing longsor dan menutup jalan di Desa Sepatnungal Kecamatan Majenang pada Rabu (10/1/2024) malam. Kejadian ini memutus akses warga Desa Sepatnunggal dan Sadabumi.

Pj Bupati Cilacap, Awaluddin Muuri mengakui, perbaikan jalan rusak masih menjadi prioritas utama di Cilacap. Namun demikian, kondisi jalan rusak ini masih tetap ada dan selalu menjadi sorotan masyarakat.

“Di Cilacap ini, jalan-jalan masih banyak yang rusak dan ini banyak komplain,” kata Awaluddin.

Dia menambahkan, Pemkab Cilacap dari tahun ke tahun selalu fokus dan konsentrasi menangani atau memperbaiki jalan rusak. Namun nyatanya, konsentrasi anggaran untuk perbaikan jalan rusak masih belum selesai. Hingga dia khawatir jika anggaran perbaikan jalan digeser untuk agenda lain. Sebut saja penguatan tebing rawan atau bekas longsor.

“Memang kita konsentrasi jalan saja dan belum selesai. Takutnya kita tangani tebing, jalannya makin rusak. Maka kita skala prioritas. Jika parah dan sangat bahaya, ya tebingnya kita tangani,” terangnya.

“Kalau memang yang sudah parah akan kita lakukan agar tebing tidak longsor. Tapi kita akan melihat ini termasuk jalan apa dan tanah siapa,” tegasnya.

Jalan rusak di Cilacap sangat parah karena membutuhkan anggaran Rp 800 Miliar lebih. Jumlah jalan rusak sebanyak 587 ruas jalan sepanjang 1.629 kilometer. Ini berdasarkan data di Pemkab Cilacap pada 2022 lalu. Sementara di tahun yang sama, anggaran perbaikan jalan rusak mencapai Rp 170 Miliar lebih. (*)