News  

Pergerakan Tanah Karanggintung Kian Parah

Rumah warga Dusun Karanggintung kian rusak karena pergeraekan tanah masih terus terjadi. (doc)

CILACAP – Pergerakan tanah di Dusun Karanggintung Kecamatan Gandrungmangu, Cilacap bertambah parah. Tanah terus bergerak dan merusak rumah warga setempat tiap kali hujan turun.

Saat ini ada 26 rumah warga yang mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah tersebut. 6 rumah warga mengalami kerusakan parah dan tidak layak huni. Para pemilik sudah mengosongkan rumah tersebut dan memilih mengungsi ke tempat aman.

“Kalau hujan tambah retak,” ujar Wien Santosa, salah satu relawan MDMC Kabupaten Cilacap.

Para korban pergerakan tanah di Karanggintung ini mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Sebagian bertahan di fasilitas umum seperti gedung sekolah dasar.

Pergerakan tanah di sana pertama kali terjadi padaa Mei 2021 dan mengakibatkan 6 rumah warga rusak parah. Usai kejadian itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap sudah mengungsikan warga dan para korban. Kemudian ada survey dari Badan Geologi Bandung dan memastikan 24 rumah warga berada di zona gerakan tanah.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Wijonardi membenarkan ada pergerakan tanah tersebut.

“Pergerakan tanah di Karanggintung ini lanjutan Mei lalu,” katanya, Senin (8/11/2021).

Wijonardi menambahkan, pihaknya sejak Mei lalu sudah membuatkan tenda untuk tempat mengungsi. Langkah lainnya adalah mengundang Badan Geologi guna memastikan status pergerakan tanah di Dusun Pagergunung itu.

“Hasilnya memang ini daerah rawan bencana. Termasuk lahan yang diajukan warga untuk pindah,” kata dia.

BPBD Cilacap sudah merencanakan untuk membangun hunian sementara (huntara) memanfaatkan lahan warga. Pemilik lahan sudah mengijinkan untuk menjadi lokasi huntap bagi warga korban gerakan tanah.

“Kebetulan lahan milik Pak Kades dan sudah diperbolehkan,” tegasnya. (*)