News  

Permintaan Hewan Kurban Mulai Ada

Permintaan sapi ke peternak Cilacap mulai ada meski wilayah ini pernah terkena wabah PMK. (doc)

CILACAP – Permintaan hewan kurban, mulai ada dari sejumlah pembeli dari berbagai daerah. Hewan kurban pilihan adalah sapi dan kambing. Pembeli mulai mengajukan permintaan hewan kurban kepada sejumlah petani di Kabupaten Cilacap. Meski wilayah ini sempat terguncang badai Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada Mei 2022.

Ahmad Fadli, salah satu peternak sapi di Kecamatan Sidareja, Cilacap mengakui kalau isu PMK ini sudah surut. Hingga pembeli dari luar daerah kembali datang untuk membeli sapi.

“Sepertinya sudah selesai. Sekarang bandar dari Jakarta sudah mulai datang,” katanya, Rabu (15/6/2022).

Dia mengatakan, kepercayaan pembeli dari luar daerah karena selama PMK merebak di Cilacap, tidak ada penutupan pasar hewan. Hal ini berbeda dengan kabupaten lain. Seperti di sejumlah kabupaten di Jawa Barat yang sampai menutup pasar hewan.

“Di sini kan tidak ada penutupan pasar. Hingga perdagangan hewan ternak tetap jalan,” katanya.

Turmono, peternak di Kecamatan Cipari, Cilacap juga menuturkan hal serupa. Hanya saja, permintaan hewan kurban sekarang masih kecil. Karena sejumlah bandar sapi di Kecamatan Cipari masih belum mengambil sapi dari luar daerah. Mereka saat ini lebih banyak membeli sapi dari peternak lokal di Cilacap.

“Ada bandar di sini yang sekarang tidak nyetok banyak. Dan dia hanya beli dari peternak lokal,” katanya.

Menurutnya, permintaan sapi ini di tingkat peternak memang tidak ada masalah. Namun bagi para bandar, mereka lebih menahan diri dengan tidak terlalu banyak menyimpan stok hewan kurban.

“Biasanya mereka kan sudah punya langganan (tetap). Yang tiap lebaran kurban selalu pesan. Jadi ya stok sapi dan kambing sedikit,” terangnya.

Sebelumnya, 10 ekor sapi di Kabupaten Cilacap, positif terjangkit wabah Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK. Hewan ini berada di 3 kecamatan berbeda, yakni Cilacap Utara, Jeruklegi dan Dayeuhluhur.

Kepastian ini menyusul keluarnya hasil uji sampling dari Balai Besar Veteriner Wates, Yogyakarta. Petugas dari balai ini sudah melakukan pengambilan sample pada 15 Mei 2022. (*)