News  

Pertanian Terbukti Bertahan Selama Pandemi

Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji panen cabai di Desa Tambaksari Kecamatan Wanareja, Cilacap, Minggu (2/1/2022). Bupati menilai pertanian Cilacap sudah berkembang dan terbukti bertahan selama pandemi. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Pertanian terbukti mampu bertahan selama pandemi yang sudah berjalan sejak 2020 lalu. Hingga pemerintah terus mendorong agar ada pengembangan, penerapan tekhnologi baru agar pertanian tetap berkembang.

Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji mengaku sangat bersyukur atas kekuatan para petani yang tetap bertahan selama masa pandemi. Hal ini mempertegas kalau pertanian menjadi sektor yang terbukti bertahan selama pandemi.

“Saya sangat apresiasi, sangat senang. Karena di masa pandemi ternyata petani kreatif dan semangat dalam bertahan. Masih banyak jalan selama pandemi,” kata dia saat panen raya cabai di Desa Tambaksari Kecamatan Wanareja, Cilacap, Minggu (2/1/2022).

Dia mengatakan, petani Cilacap sudah mampu membuktikan diri sebagai penghasil berbagai komoditas pertanian. Seperti sayuran, buah dan padi. Termasuk cabai yang mampu meningkatkan kesejahteraan.

“Ternyata petani Cilacap mampu panen cabai,” kata dia.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Supriyanto mengatakan, pertanian Cilacap secara umum sudah sangat berkembang dan memberikan kontribusi nasional. Ini karena dukungan dari semua pihak. Mulai pemerintah kabupaten, para kelompok tani termasuk Anggota DPR RI.

Dia menjelaskan, ada 114 ha lahan cabai di Kecamatan Wanareja, Cilacap dan 15 ha berada di Desa Tambaksari. Hasil panen rata-rata mencapai 10 ton lebih per hektar.

“Jika tiap hektar mampu 10 ton saja, sudah berapa. Kita jaga kemandirian dan ketahanan pangan. Cabai tidak perlu impor wong di Cilacap saja banyak,” kata dia.

Anggota DPR RI, Teti Rohatiningsih mengatakan harus ada dorongan bagi kaum perempuan karena menjadi kelompok terdampak pandemi. Caranya dengan memberi bantuan dan pelatihan agar kelompok tani wanita bisa tetap bertahan.

“Hingga petani ini harus tetap berdaya dan pertanian tetap bertahan selama pandemi,” kata Teti.

Dia menambahkan, secara umum pertanian Cilacap sudah memberikan dampak terhadap ketahanan pangan secara nasional dan juga keluarga. Dan sebisa mungkin ada upaya peningkatan dan pengembangan kualitas maupun kuantitas. Hingga hasil pertanian Cilacap bisa memenuhi permintaan luar daerah.

“Kalau bisa ekspor ke luar Cilacap,” tegasnya. (*)