CILACAP – Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji meminta agar Pertashop, bisa jual BBM jenis Pertalite. Ini karena sudah banyak Pertashop yang mengeluhkan penurunan omzet. Bahkan ada yang mulai gulung tikar.
Permintaan tersebut agar Pertashop tidak bangkrut, mampu membayar gaji karyawan sampai melunasi pinjaman. Bupati sudah mengajukan ini ke Dirut Pertamina.
Menurutnya, sangat tidak adil bagi Pertashop yang ada di pedesaan karena pembeli mayoritas masyarakat miskin. Sementara Pertashop tida bisa jual Pertalite. Justru yang tersedia justru BBM non subsidi yakni Pertamax. Tentu saja harganya lebih tinggi.
“Saya minta ke pak Menteri BUMN yang telah tugaskan saya. Dan Dirut Pertamina. Coba kalau mau adil Pertashop di desa itu jual Pertalite. Kalau yang di kota, di jalan besar silahkan jual Pertamax. Ini adil namanya,” terang Bupati.
Hal ini berbeda dengan SPBU yang ada di daerah perkotaan dan tepi jalan raya. Semua jenis kendaraan termasuk orang kaya, datang ke sana. Dan banyak dari mereka yang mampu membeli Pertamax.
Sementara di desa, mayoritas pembeli adalah pemilik sepeda motor. Ini menandakan konsumen adalah masyarakat miskin.
“Di desa kan jarang mobil. Yang beli pakai motor, yang hidupnya pas-pasan,” kata dia.
Tatto mengaku tiap hari ada laporan dari pengelola Pertashop. Mereka mengeluhkan sudah sangat sulit berjualan Pertamax di pedesaan. Hingga banyak dari mereka yang mengalami kesulitan untuk menggaji karyawan. Pemilik juga sulit untuk melunasi pinjaman ke bank.
“Sekarang Pertashop bangkrut,” katanya.
Tatto menjelaskan, semula ada himbauan dari pemerintah pusat agar Cilacap bisa dengan cepat memperbanyak Pertashop. Himbauan ini datang dari Menteri BUMN, Erick Thohir saat peresmian Pertashop di Cilacap bersama Habib Lutfhi.
Himbauan ini langsung disambut masyarakat karena ada harapan punya untung besar. Hingga banyak pengusaha, BUMDes hingga pesantren yang mengambil tawaran ini. Sementara modal mereka dapatkan dari bank.
“Banyak BUMDes, pesantren sampai perorangan yang buka Pertashop. Cilacap jadi yang terbanyak,” tegasnya. (*)






