Bisnis  

Pertashop Cilacap Terbanyak se Jateng

Jumlah pertashop di Cilacap menjadi terbanyak se Jateng dan DIY. (doc)

CILACAP – Jumlah Pertashop di Kabupaten Cilacap menjadi yang terbanyak se Jawa Tengah atau Jateng. Tempat penjualan bahan bakar jenis Pertamax ini mencapai 63 buah dan tersebar di beberapa kecamatan.

Seluruh pertashop ini mulai berkembang sejak 2 tahun terakhir. Hingga jika di rata-rata dalam setahun ada 31 pertashop yang dibangun atas kerja sama masyarakat baik perorangan maupun bersama dengan Pertamina.

Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Brasto Galih Nugroho mengatakan, keberadaan pertashop di Cilacap sangat menggembirakan dan menjadi terbanyak se Jateng dan DIY.

“Ini menjadi persebaran tertinggi di antara daerah lain, khususnya di Jawa Tengah dan DIY,” ungkap Brasto.

Selain paling banyak, pertashop milik BUMDes Planjan Kecamatan Kesugihan menjadi percontohan nasional. Hingga menarik perhatian Kementerian Dalam Negeri dengan datangnya Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri, Yusharto Huntoyungo, Rabu (15/12/2021).

Brasto menuturkan, selain itu Pertashop juga menjadi ladang usaha baru bagi pengusaha-pengusaha lokal, tanpa terkecuali bagi BUMDes.

“Kehadiran Pertashop terbukti dapat meningkatkan nilai ekonomi desa. masyarakat memperoleh bahan bakar yang berkualitas secara merata sekaligus membuka lapangan kerja, menggerakkan ekonomi desa berkat pengelolaan usaha oleh BUMDes,” ujar Brasto.

Yusharto Huntoyungo menilai pertumbuhan jumlah pertashop di Kabupaten Cilacap juga menjadi tertinggi secara nasional. Hingga tanpa ragu Yusharto menjadikan Cilacap sebagai bencmarking atau tolak ukur perkembangan pertashop dan bisa menjadi rujukan wilayah lain.

“Kabupaten Cilacap, bisa menjadi benchmarking pengembangan pertashop di tempat lain. Karena di sini percepatannya lebih baik dibandingkan tempat lain di Indonesia,” tegasnya.

Pelibatan BUMDes di Cilacap sebagai salah satu investor pertashop menjadi langkah bagus. Seperti BUMDes Planjan Kecamatan Kesugihan karena sudah mampu melibatkan investor lokal hingga unit usaha bisa berkembang. Seperti jasa perbengkelan, menyediakan gas hingga, pelumas dan UMKM.

“Ini bisa jadi model pengembangan pertashop kedepan,” tegasnya. (*)