News  

PNS Mulai Di-Booster

PNS di Kabupaten Cilacap mulai menerima vaksin booster, Senin (24/1/2022). Sasarannya adalah PNS yang bertugas di bagian pelayanan umum. (narisakti/bercahayanews.com)

CILACAP – PNS di Kabupaten Cilacap mulai di-booster dengan vaksin jenis Moderna, Senin (24/1/2022). Sasaran utama para pegawai negeri ini adalah mereka yang bertugas pada bagian pelayanan umum.

Mereka masuk prioritas karena sering bersentuhan dengan masyarakat hingga termasuk golongan beresiko. Selain itu, booster untuk para PNS tersebut agar memberikan kekebalan dan menghindarkan mereka dari penyebaran Omicron ataupun virus Covid19 jenis lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, dr Pramesti Griyana Dewi menegaskan, PNS di bagian pelayanan umum menjadi prioritas setelah kelompok lansia untuk mulai di-booster.

“Karena mereka kan sering bersentuhan atau berkomunikasi langsung dengan masyarakat. Hingga memang beresiko,” ujar Pramesti.

Dia menambahkan, para PNS di bagian tersebut memang sudah mendapatkan vaksin dosis 1 dan 2 dengan menggunakan Sinovac. Hingga pemberian booster untuk PNS pada Senin (24/1/2022) memakain vaksin jenis Moderna.

Dia menambahkan, jika ada keluhan pasca vaksin tidak perlu menimbulkan ketakutan berlebihan. Justru efek pasca vaksinasi ini menandakan kalau vaksin tersebut memiliki kualitas bagus.

“Efek itu menunjukkan vaksinnya bagus,” kata dia.

Pramesti menegaskan, vaksinasi booster akan berjalan sembari dinas tetap fokus pada pemberian vaksinasi dosis 2 bagi masyarakat. Ini karena prosentasenya masih membutuhkan percepatan.

Saat ini, capaian vaksinasi dosis 2 masih jauh kalah dibandingkan dosis 1. Misalnya dosis 2 untuk lansia yang baru mencapai 40-50 persen. Demikian juga dengan vaksinasi dosis 2 untuk umum yang baru mencapai 68 persen. Kalah jauh dengan dosis 1 yang sudah tembus 87 persen.

“Dosis dua baru 68 persen. Masih kurang banyak,” katanya.

Hingga dinas memprioritaskan pemberian vaksinasi dosis 2 untuk seluruh lapisan masyarakat. Ini dengan melihat bahwa dosis 1 dan 2 merupakan vaksinasi primer. Sementara booster adalah sekunder.

“Dinas masih prioritaskan vaksinasi primer. Kalau booster sambil jalan dan lihat stok vaksin yang ada,” tegasnya. (*)