News  

Polresta Selidiki Kejadian KPPS Keracunan Makanan

Wakapolresta Cilacap, AKBP Dr Arief Fajar Satria SH SIK MH saat menjenguk KPPS yang tengah dalam perawatan di Puskesmas Wanareja 1. Polresta Cilacap kini selidiki kejadian KPPS yang mengalami gejala keracunan makanan. (doc)

CILACAP – Penyidik Polresta Cilacap sudah turun untuk selidiki kejadian KPPS di Desa Majingklak Kecamatan Wanareja yang mengalami keracunan makanan. Langkah penyidik berupa meminta keterangan dari semua pihak. Termasuk keterangan para KPPS yang mengalami gejalan keracunan makanan.

Wakapolresta Cilacap, AKBP Dr Arief Fajar Satria SH SIK MH mengatakan, pihaknya telah melakukan pendalaman. Petugas juga sudah selidiki kejadian KPPS yang mengalami keracunan makanan.

“Senin sudah ada laporan dari Kapolsek. Dan pemeriksaan sudah termasuk meminta keterangan saksi,” katanya.

Menurutnya, kejadian KPPS mengalami keracunan makanan sudah mendapatkan penanganan. Yakni dengan perawatan medis dari Puskesmas Wanareja 1. Penyidik juga sudah meminta keterangan dari para saksi.

Namun petugas tidak bisa mengambil sample makanan karena memang sudah habis dimakan atau dibuang oleh PPS. Hingga pihaknya harus menunggu pemeriksaan Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap. Baru setelah itu, penyidik akan mengambil langkah lebih lanjut.

“Kita nanti berdasarkan laporan masyarakat, akan kita cross chek ke Dinas Kesehatan. Apa sih temuannya. Apakah ada unsur pidana atau pelanggaran kesehatan,” katanya.

“Kita tetap nunggu dari Dinas Kesehatan karena ini terkait bahan makanan dan harus ada tes laboratorium,” katanya.

Menurutnya, penyidik tidak bisa serta merta memastikan kejadian ini karena keracunan makanan. Karenanya perlu ada langkah tertentu dengan selidiki lebih lanjut kejadian KPPS yang keracunan makanan. Meskipun petugas medis menyampaikan para korban mengalami gangguan pencernaan. Seperti gejala mual, mules, muntah, nyeri dan pusing.

“Tidak bisa serta merta sebut ini keracunan makanan,” katanya.

Sebelumnya, Petugas KPPS di Desa Majingklak Kecamatan Wanareja, Cilacap mengalami keracunan makanan usai mengikuti bimbingan tekhnis atau bimtek. Total ada 40 orang yang bergejala dan harus mendapatkan perawatan medis. Dan ada 8 orang yang harus mendapatkan perawatan lebih lanjut di puskesmas, klinik dan rumah sakit swasta. (*)