News  

Potensi Hujan Lebat Masih Ada

BMKG ingatkan masih adanya potensi hujan lebat di sejumlah wilayah sampai 23 Juli 2022. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Potensi hujan lebat pada Juli 2022 masih tetap ada. Meski saat ini, mayoritas wilayah di Indonesia sudah memasuk musim kemarau. Hujan ini karena terpengaruh fenomena dinamika atmosfer skala global-regional.

Umumnya, periode April-Oktober wilayah Indonesia sudah masuk musim kemarau dan puncaknya kerap terjadi antara Agustus hingga September. Namun pada 2022 ini, hujan masih kerap terjadi di sejumlah wilayah.

BMKG mencatat, masih ada potensi hujan lebat pada Juli 2022 karena terpengaruh sejumlah fenomena. Yakni fenomena La Nina yang masih sangat aktif sampai Juli ini meski dengan kategori lemah. Demikian juga dengan fenomena Dipole Mode di wilayah Samudra Hindia dan sangat berpengaruh dalam memicu peningkatan curah hujan. Terutama di wilayah Indonesia bagian barat.

Deputi Bidang Meteorologi BKMG, Guswanto menjelaskan, kedua fenomena ini membuat potensi hujan lebat masih tetap ada di sejumlah daerah.

“Kondisi 2 fenomena tersebut masih berpengaruh terhadap penyediaan uap air secara umum di atmosfer Indonesia,” ungkap Guswanto.

Menurut Guswanto, meskipun saat ini sebagian besar wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau, namun, karena adanya fenomena-fenomena atmosfer tersebut memicu terjadinya dinamika cuaca yang berdampak masih turunnya hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.

BMKG memprediksi, 9 wilayah masih ada potensi hujan lebat. Masing-masing adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua. Kondisi ini akan terjadi sampai dengan 23 Juli 2022.

Guswanto meminta masyarakat untuk mewaspadai terhadap kemungkinan adanya potensi hujan yang dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi. Seperti banjir, longsor dan banjir bandang.

“Bencana hidrometeorologi masih berpotensi terjadi dan harus kita waspadai bersama,” tegasnya. (*)