Prabowo Tinggalkan KTT G7, Pilih Temui Putin, Pengamat: Di Rusia Jadi Tamu Utama

Presiden Prabowo sesaat sebelum terbang ke Singapura. Prabowo akan tinggalkan ajang KTT G7 di Kanada dan memilih bertemu Presiden Putin di Moskow. (doc/setneg)

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto tinggalkan KTT G7 dan memilih memenuhi undangan Presiden Rusia, Vladimir Putin, untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Moskow. Pengamat menilai keputusan ini lebih.

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, menilai langkah tinggalkan agenda KTT G7, menguntungkan posisi Indonesia dalam percaturan global.

Menurut Hikmahanto, ada tiga alasan utama yang memperkuat bahwa keputusan Presiden Prabowo sangat strategis dengan tinggalkan KTT G7 di Kanada.

“Kalau Presiden ke Kanada untuk hadiri G7, Indonesia akan terkesan berpihak kepada negara-negara barat anggota OECD. Tapi dengan memilih ke Rusia, Indonesia justru menunjukkan arah serius ke BRICS,” ujar Hikmahanto.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Presiden Prabowo di Rusia berpotensi memberikan ruang lebih besar untuk membahas isu penting. Termasuk nasib rakyat Palestina di Gaza yang selalu sulit terbahas di forum-forum barat.

“Kalau ingin membawa isu Palestina secara lebih tegas, maka Rusia dan Tiongkok adalah mitra strategis. Amerika Serikat selalu berdiri di belakang Israel, sementara BRICS bisa menjadi pengimbang kekuatan global,” jelasnya.

Alasan ketiga, lanjutnya, Indonesia bukan bagian dari anggota tetap G7. Kehadiran Prabowo di Kanada hanya sebatas undangan untuk negara berkembang. Karena itu, Prabowo datang tanpa ada daya tawar. Hal ini mempertegas kenapa Presiden Prabowo tinggalkan agenda KTT G7 dan memilih temui Putin di Rusia.

“Di Kanada, Indonesia hanya sebagai pendengar. Tapi di Rusia, Prabowo jadi tamu utama,” tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo telah dijadwalkan melakukan kunjungan ke Singapura dan Rusia pada pertengahan Juni 2025. Usai bertemu Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, Presiden akan terbang ke Moskow. Dia akan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Putin pada 19 Juni 2025. Lalu menjadi pembicara utama dalam forum ekonomi internasional SPIEF 2025.

Rencana Prabowo untuk tinggalkan KTT G7 dan lebih memilih temui Putin, nampaknya sudah terdeteksi negara barat. Bahkan sampai Presiden AS, Donald Trump harus menelpon Prabowo agar membatalkan rencana ke Rusia dan lebih memilih terbang ke Kanada. (*)