JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto akan hadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat. Kehadirannya menandai momen pertama dalam 10 tahun terakhir seorang kepala negara Indonesia kembali hadir langsung dalam forum bergengsi tersebut.
Presiden Prabowo dijadwalkan menjadi pembicara ketiga saat ia hadiri Sidang Majelis umum PBB. Jadwal ini menunjukkan peran penting Indonesia dalam percaturan global.
Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri RI, Tri Tharyat, menegaskan bahwa Presiden Prabowo akan hadiri Majelis sebagai wujud komitmen Indonesia menjaga peran strategisnya di dunia internasional.
Partisipasi Strategis Indonesia di Forum Dunia
Tri menjelaskan bahwa 145 pemimpin dunia akan hadiri Sidang bersama Presiden Prabowo. Jumlah itu mencakup 137 kepala negara, lima wakil presiden, dan tiga wakil perdana menteri.
Ia menambahkan, pemimpin negara yang tidak termasuk dalam 145 tersebut biasanya mengutus menteri luar negeri mereka untuk hadiri Sidang Majelis.
Tri menekankan bahwa Sidang PBB tahun ini memiliki makna strategis. Sidang tersebut bertepatan dengan peringatan 80 tahun berdirinya organisasi internasional. Presiden Prabowo juga akan hadiri Sidang dalam momentum penting ini.
Ia menyebut bahwa pada 22 September akan berlangsung pertemuan tingkat tinggi mengenai solusi dua negara. Indonesia akan hadiri Sidang Majelis dalam berbagai tingkatan, mulai dari kepala negara hingga expert.
Selain itu, Tri merinci bahwa Presiden Prabowo akan hadiri Sidang Majelis yang mencakup 176 pertemuan resmi, termasuk 11 mandated UN events, sembilan acara resmi PBB, dan 13 forum di luar PBB seperti ASEAN, BRICS, Gerakan Non-Blok, serta Group of 77.
Presiden Prabowo dengan agenda padat memastikan akan hadiri Sidang Majelis, memperkuat posisi Indonesia dalam isu-isu global, dan memanfaatkan peluang kerja sama internasional. (*)






