JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto instruksikan Basarnas dan aparat terkait untuk segera lakukan operasi penyelamatan terhadap seluruh korban KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam. Perintah ini dia sampaikan meski tengah menunaikan ibadah umrah dan kunjungan kenegaraan di Arab Saudi.
Presiden Prabowo Subianto tengah melakukan kunjungan ke Arab Saudi dan bertemu dengan Putra Mahkota, Muhammad bin Salman al Saud (MBS). Di sela-sela kunjungan tersebut, Presiden menerima laporan tentang tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, Rabu malam (2/7/2025).
Meskipun tengah menjalankan ibadah umrah dan kunjungan kenegaraan di Arab Saudi, Presiden Prabowo tetap sigap merespons insiden tersebut.
Dalam keterangan resmi melalu Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dari Makkah, Prabowo langsung instruksikan Basarnas untuk segera melakukan pencarian terhadap korban. Perintah ini keluar pada Kamis (3/7/2026) waktu Arab Saudi.
“Dari Tanah Suci, beliau (Presiden Prabowo) langsung instruksikan Basarnas dan badan terkait untuk segera melakukan tanggap darurat penyelamatan para penumpang dan kru secepat mungkin,” ujar Teddy.
KMP Tunu Pratama Jaya bertolak dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Kapal ini tenggelam akibat cuaca buruk di Selat Bali. Informasi awal menyebutkan kapal mengalami kecelakaan pada Rabu (2/7/2026) malam.
Presiden Prabowo menegaskan pentingnya pengutamaan keselamatan dan percepatan penanganan di lapangan. Juga dengan koordinasi lintas lembaga agar meminimalkan jatuhnya korban jiwa. Hingga kini, proses evakuasi dan pencarian masih terus berlangsung di bawah koordinasi Basarnas.
Data di Kementerian Perhubungan menyebutkan, KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam dalam perjalanan dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk. Berdasarkan laporan petugas, kapal tenggelam pada pukul 23.35 WIB di koordinat 8° 9’32.35″S 114°25’6.38″E.
Sementara data manifest menyebutkan, kapal ini membawa 53 orang penumpang dan 12 orang awak kapal. Juga ada 22 unit kendaraan dari berbagai golongan.
Sampai saat ini, tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap para korban kapal tenggelam. Tim terkendala oleh gelombang tinggi, tiupan angin kencang dan arus yang kuat. (*)






