Bisnis  

Produk UMKM Lemah di Kemasan. STKIP Majenang Latih Pengemasan

CILACAP – Masalah produk UMKM salah satunya adalah kemasan yang masih seadanya. Hingga membuat pelaku usaha kerap kesulitan memperluas jaringan pemasaran. Akibatnya, usaha kecil ini sulit berkembang karena berkutat pada pasar yang sangat kecil.

Hal ini menjadi dasar bagi STKIP Majenang untuk memberikan pelatihan Desain Pengemasan Produk Sale Khas Majenang, Kamis (5/10/2023). Peserta merupakan pengusaha sale pisang, produk makanan kecil khas Majenang.

Ketua STKIP Majenang, Salamun menilai, pelatihan menjadi perwujudan dari Tri Darma Perguruan Tinggi. Yakni pengabdian kepada masyarakat.

Pihaknya juga menggandeng pemerintah kecamatan setempat yang selama ini membina UMKM.

“Kita kerja sama dengan pemerintah yang memang membina UMKM,” kata Salamun.

Dia melihat, pengusaha sale di Majenang masih bisa berkembang lagi. Seperti pada era keemasan yang menjadikan Majenang sebagai produsen sale di era 80-an.

“Pengusaha kecil ini masih bisa berkembang. Tentu kalau berkembang, pengusaha kecil ini kondisinya makin baik,” kata dia.

Project Officer, Johar Alimudin menambahkan, selama ini produk UMKM sangat lemah dalam hal kemasan. Ini membuat produk UMKM kurang menarik.

“Ini yang lalu membuat produk UMKM sulit berkembang karena lemah dalam hal kemasan,” katanya.

Karena itu, dalam pelatihan ini materi yang mendukung penguatan kemasan. Mulai dari branding produk, desain kemasan dan lainnya. Sementara pemilihan produk sale, STKIP melihat hal ini sebagai produk khas Majenang.

“Sale ini kan produk khas Majenang,” katanya.

Melalui pelatihan ini dia berharap agar produk UMKM bisa menembus pasar lebih luas. Ini karena kemasan yang lebih baik, mudah dibawa dan harga lebih baik.

“Bisa jadi oleh-oleh yang selalu menarik perhatian berkat kemasan yang lebih baik. Mungkin harga jadi lebih tinggi. Tapi ini lebih menguntungkan pengusaha,” tegasnya. (*)