CILACAP – Pulang dan tiba di tanah kelahiran bagi para jemaah haji menjadi moment yang sangat mereka tunggu. Demikian juga dengan keluarga di rumah yang dengan rela menunggu kedatangan mereka. Para jemaah haji Cilacap ini kembali ke rumah masing-masing, Rabu (26/7/2023).
Momen pertemuan antara keluarga dan jemaah haji yang pulang ke tanah air, selalu penuh dengan nuansa haru bercampur bahagia. Karena mereka sudah meninggalkan keluarga selama kurang lebih 40 hari untuk menunaikan ibadah haji di tanah suci. Rasa rindu menyelimuti jemaah dan juga keluarga. Dan saat para jemaah haji ini pulang dan tiba di titik terakhir, menjadi momen yang sangat dinanti.
Khasandi, salah satu jemaah haji asal Kecamatan Majenang, Cilacap. Dia mengaku tak sabar untuk bisa sampai di rumah. Karena selama 2 hari terakhir, dia menghabiskan waktu dengan duduk di bus maupun pesawat yang membawanya pulang dari tanah suci.
“Iya, ingin langsung pulang ke rumah,” katanya.
Perjalanan panjang tentu menyedot stamina terutama para jemaah haji berusia lanjut. Hingga nampak ada salah satu jemaah haji perempuan yang harus digendong keluarga saat turun dari bus. Perempuan ini langsung menuju masjid Mujahidin, Majenang guna mengikuti upacara penyambutan.
Selain Khasandi dan perempuan tersebut, ada jemaah haji asal Cilacap mencapai 933. Seluruh jemaah haji ini terbagi dalam 4 kloter, yakni 68, 69, 70 dan 71.
Kabag Kesra Setda Cilacap Muhammad Najib merinci, kloter 68 berisi 158 orang jamaah. Untuk kloter 69 berisi 355 orang Sementara kloter 70 berisi 355 calon jemaah. Untuk kloter 71 berisi 71 orang bergabung dengan Kabupaten Purbalingga. Jadwal berangkat pada 14 Juni 2023 pukul 08.30 WIB.
Pihaknya mencatat ada 3 jemaah haji Cilacap yang meninggal dunia. 1 jemaah meninggal beberapa jam sebelum pesawat berangkat ke tanah suci. 2 lainnya meninggal di tanah suci saat menjalani ibadah haji. (*)






