News  

Pupuk Tidak Ikut Terbakar

Kapal Soemantri Brodjonegoro yang membawa pupuk Pusri sudah kosong. Tidak ada pupuk yang ikut terbakar saat insiden terjadi, Rabu (1/12/2021). (doc)

CILACAP – PT Pusri pastikan muatan di Kapal Soemantri Brodjonegoro berupa pupuk tidak ikut terbakar. Seluruh muatan kapal tersebut sudah ada di gudang penyimpanan karena aktifitas bongkar muat sudah selesai.

Edy Ekandrya, Assiten Vice Presiden Pusri Jateng Region 3B mengatakan kalau muatan berupa pupuk sudah terbongkar semua, beberapa saat sebelum insiden kebakaran terjadi.

“Sudah terbongkar semua,” kata Edy, Rabu (1/12/2021).

Dia menjelaskan, kapal tersebut bongkar mula 27 November 2021. Kapal pertama kali tiba di perairan selatan Cilacap pada tengah malam. Setibanya di sana, langsung ada kegiatan mulai bongkar muatan. Hingga bisa Pusri memastikan kapal sudah kosong dan pupuk tidak ikut terbakar.

“Bongkar kan mulai 27 November. Selesai bongkar tadi (Rabu 1/12/2021) pagi. Setelah di dermaga baru terjadi insiden (kebakaran),” kata dia.

Kapal ini, lanjut Edi membawa muatan berupa pupuk sebanyak 7400 ton. Sementara stok pupuk di wilayah kerjanya sekarang mencapai 8500 ton dan dalam kondisi aman. Pupuk ini tersebar di beberapa gudang.

“Stok pupuk secara umum aman dan tidak terpengaruh insiden kapal terbakar,” katanya.

Dia mengatakan, dalam waktu dekat akan kembali ada pengiriman untuk menambah stok pupuk di wilayah Pusri Jateng Region 3B. Kapal berisi pupuk antara 6500 sampai 7500 ton pupuk.

Edi memastikan, selurh AKB dalam kondisi selamat usai petugas melakukan evakuasi. Seluruh ABK ini sekarang berada di perumahan karyawan yang bisa berfungsi sebagai tempat penampungan.

“Seluruh kru selamat. Kalau penyebab belum kita ketahui,” tegasnya.

Kapal Soemantri Brodjonegoro yang bermuatan pupuk, terbakar di Pelabuhan Cilacap, Rabu (1/12/2021) pagi. Kapal tersebut tengah berada di Area 70, atau dermaga khusus Pertamina.

Informasi awal menyebutkan, api pertama kali terlihat dari kapal tersebut sekitar pukul 09.45. Kejadian ini langsung dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap oleh Yasin, salah satu anggota Polairud Cilacap. (*)