News  

Ratusan SPBU Nakal Kena Sanksi

ilustrasi

CILACAP – SPBU nakal bakal kena sanksi tegas dari Pertamina. Sanksi tersebut mulai dari yang paling ringan sampai paling berat. Bila kesalahan itu sudah fatal, Pertamian bisa memberikan sanksi Pemutusan Hubungan Kerja untuk SPBU.

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) melalui siaran pers memastikan, pihaknya akan tegas memberikan sanksi terhadap SPBU nakal. Tujuannya agar SPBU tersebut melakukan penyaluran BBM bersubsidi melalui program subsidi tepat. Namun, ada saja SPBU nakal di wilayah Jawa Tengah dan DIY. Hingga Pertamina terpaksa memberikan sanksi.

Dari Januari hingga Oktober 2023, Pertamina Patra Niaga Regional JBT telah memberikan pembinaan kepada 160 lembaga penyalur BBM. Seperti di wilayah Sales Area (SA) Semarang sebanyak 40 SPBU, Tegaljuga (35 SPBU) dan wilayah DIY & Solo Raya sebanyak 85 SPBU.

Pjs Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Marthia Mulia Asri mengungkapkan trik SPBU nakal. Salah satunya dengan duplikasi QR code untuk pembelian BBM Subsidi. Penyalahgunaan ini menyebabkan pemilik asli QR code tidak bisa membeli BBM bersubsidi walaupun sudah terdaftar.

“Setelah kami pantau, ada satu SPBU yang melakukan penyalahgunaan QR code. Pelanggan dengan melakukan duplikat QR code, kemudian kode ini disalahgunakan untuk pembelian BBM subsidi khususnya BBM Solar Subsidi,” kata Marthia.

SPBU yang melakukan penyalahgunaan ini ditemukan saat Pertamina Patra Niaga JBT melakukan pantauan rutin ke SPBU. Temuan tersebut berupa CCTV SPBU yang tidak aktif, tera dispenser BBM yang melebihi aturan, penyalahgunaan QR code. Juga pembelian BBM Subsidi menggunakan jerigen tanpa surat rekomendasi.

“Saat BPH Migas melakukan kunjungan pemantauan ke SPBU juga menemukan adanya penyalahgunaan oleh SPBU. Seperti penyalahgunaan QR Code, penyaluran BBM subsidi ke konsumen yang tidak berhak, tidak ada surat rekomendasi, serta tidak ada surat rekomendasi untuk pengisian BBM subsidi melalui jerigen,” ujarnya. (*)