CILACAP – Target Pendapatan Asli Daerah atau PAD di Kabupaten Cilacap, masih cukup jauh dari pencapaian yang ada. Sampai dengan tahun 2023, realisasi PAD Cilacap baru di angka Rp 780 Milyar. Sementara target di APBD, PAD harus tembus Rp 1 Trilyun.
Pendapatan Asli Daerah akan membawa pengaruh dalam postur APBD di tiap Kabupaten atau Kota. Karena PAD ini akan menunjang dana transfer dari pemerintah pusat yang sama-sama untuk membangun, membayar gaji pegawai dan lainnya. Makin tinggi PAD, maka pembangunan fisik dan non fisik bisa kian beragam.
Salah satu sumber PAD di Cilacap berasal dari pajak hotel dan rumah makan. Dan saat pandemi selama 2 tahun, pengusaha yang bergerak di 2 sektor tersebut sangat terpukul. Ini berujung pada penurunan PAD yang kemudian tidak bisa memenuhi target.
Dan di 2023 ini, 2 sektor usaha tersebut mulai menggeliat pasca pandemi berakhir. Ini sejalan dengan meningkatkan aktifitas, serta peningkatan distribusi barang dan jasa.
Ketua Komisi B DPRD Cilacap, Purwanto mengakui kalau saat ini sektor ekonomi terus menggeliat. Jauh berbeda dengan saat pandemi lalu. Namun yang menjadi kendala adalah target PAD yang masih jauh dari target.
“Di APBD kita, target PAD di (tahun) 2024 adalah Rp 1 Trilyun,” kata usai sosialisasi bersama DPPKAD dan para pengusaha di Cilacap, Kamis (24/2023).
Menurutnya, langkah pemenuhan target ini mengalami kendala terutama dari sektor rumah makan. Karena mayoritas konsumen enggan pajak sebesar 10 persen masuk dalam daftar harga.
“Harga jadi mahal karena kena pajak 10 persen,” katanya.
Namun demikian, dia mengakui banyak hal yang bisa digarap pemerintah untuk bisa memenuhi target tersebut. Salah satunya dengan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara masif.
“Yang seperti ini (sosialisasi) harus tetap kita garap agar masyarakat sadar kalau pajak akan mendukung pembangunan daerah,” tegasnya. (*)






