Bisnis  

Realisasi Pajak Cilacap dan Banyumas 60 Persen Lebih

ilustrasi

PURWOKERTO – Realisasi pajak di Kabupaten Cilacap dan Banyumas, sudah lebih dari 60 persen dari target. Sementara tertinggi berada di wilayah Temanggun dengan 69,65 persen dan Surakarta (66,67 persen). Perolehan ini merujuk data di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah II.

Kanwil DJP Jawa Tengah pada tahun 2022 menargetkan penerimaan pajak sebesar Rp 12,50 triliun. Hingga semester pertama tahun 2022, Kanwil DJP Jawa Tengah II berhasil mencatat penerimaan pajak sebesar Rp 7,08 triliun atau 56,67% dari target.

Plh Kepala Kantor Wilayah DJP Jawa Tengah II, Lindawaty dalam siaran pers memaparkan, realiasi pajak di Cilacap dan Banyumas sudah mencapai 60 persen lebih dari target. Angka ini sudah melebihi capain Kanwil DJP Jawa Tengah.

Untuk Kantor Pajak Pratama (KKP) Cilacap, target perolehan pajak adalah Rp 1.094.923. Sampai semester pertama, realisasi pajak di KKP Cilacap sudah mencapai Rp 686.225. Sedangkan KKP Banyumas target perolehan pajak adalah Rp 645.105 dan realiasinya sudah mencapai Rp 387.681.

“Tercatat ada 2 KPP di wilayah eks karesidenan Banyumas membukukan penerimaan di atas ratarata Kanwil yaitu KPP Pratama Purwokerto dan KPP Pratama Cilacap. Sampai semester pertama tahun 2022, kedua KPP tersebut realisasi penerimaan pajak telah mencapai di atas 60%,” katanya.

Dia menambahkan, pertumbuhan penerimaan mengalami re-bound pada April saat bertepatan dengan penerimaam pajak dari PPh Badan Tahunan. Serta jatuh tempo penyampaian SPT PPh Badan.

“Juga faktor peningkatan transaksi ekonomi yang menjelang Ramadan dan saat Idul Fitri,” katanya.

Secara umum, Kanwil DJP Jawa Tengah mencatat, industri pengolahan menjadi sektor penyumbang terbesar realisasi pajak. Sumbangsih sektor ini mencapai Rp 2,441 M atau setara 34,46 persen. Sementara perdagangan besar dan retali eceran ada di urutan kedua dengan sumbangan sebesar 21,72%. (*)