CILACAP – Warga penerima BLT BBM, rela antri dari pagi hari. Mereka berharap bisa lebih cepat untuk menerima uang bantuan tunai dari pemerintah pusat itu. Meskipun harus datang lebih awal dari pada petugas PT Pos yang akan menyalurkan bantuan.
Seperti di kantor Desa Jenang Kecamatan Majenang, Cilacap, Kamis (15/9/2022). Warga rela antri dari pagi demi menerima BLT BBM. Sebagian warga harus menunggu di luar pagar kantor desa. Sementara sisanya masuk ke komplek kantor.
Ada 1317 keluarga penerima BLT BBM di Desa Jenang. Jumlah ini sangat banyak karena memang desa ini punya banyak penduduk kurang mampu. Hingga jumlah penerima BLT pun selalu banyak.
Mayoritas penerima adalah pekerja bidang non formal. Mulai dari buruh bangunan, petani penggarap, hingga pedagang keliling.
“Warga sudah antri dari sebelum petugas Pos datang agar bisa cepat ambil bantuan,” ujar Siran, salah satu warga Desa Jenang.
Warga yang antri untuk mendapatkan BLT BBM terus mengular sampai siang hari. Petugas terpaksa menghentikan proses penyaluran saat sudah sore hari. Baru kemudian dilanjutkan usai sholat maghrib.
Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Majenang, Yahya mengatakan, ada 182.500 keluarga di Cilacap yang menjadi penerima bantuan ini.
“Ya, ini memang program dari Kementerian Sosial,” katanya.
Dia merinci, tiap bulan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan mendapatkan Rp 150 ribu. Sementara penyaluran dalam 2 tahap yakni September 2022 dan bulan berikutnya. Tiap penyaluran KPM menerima Rp 300 ribu.
“Jadi penyaluran sekarang itu untuk 2 bulan. September dan Oktober,” kata dia.
Penyaluran tahap kedua, katanya kemungkinan besar akan dilakukan pada Oktober 2022. Namun bisa saja jadwal ini berubah sesuai dengan keputusan Kementerian Sosial.
“Kemungkinan akhir bulan depan. Tapi ini masih kemungkinan,” tegasnya. (*)






