CILACAP – Banjir datang lagi dan genangi rumah warga di Cilacap, justru saat masih ada genangan pasca kejadian serupa pada Oktober 2022. Wilayah tedampak banjir ada di Kecamatan Kroya dan meliputi Desa Gentasari, Mujur, Mujur Lor, Sikampuh dan Kedawung.
Banjir ini mulai menggenangi jalan dan perumahan warga sejak Kamis (3/11/2022) malam dan berlanjut hingga Jumat (4/11/2022) pagi. Tinggi genangan bervariasi antara 50 cm hingga 70 cm. Sementara genangan di dalam rumah bisa mencapai 20 cm.
Kades Gentasari Kecamatan Kroya, Budi Harsono mengatakan, ada 20 rumah warga yang tergenang akibat banjir.
“Ada 20 rumah tergenang dan ada di Dusun Karag. Air mulai pada pagi hari mengganggu jalan ke pasar,” kata dia.
Kepala UPT Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kroya, Sugiarto mengatakan, wilayah terdampak merupakan langganan banjir. Terlihat dari dampak banjir Oktober lalu yang masih genangi areal persawahan warga.
“Genangan di sawah masih ada dan banjir datang lagi,” katanya.
Laporan dari MDMC Cilacap menyebutkan, ketinggian air pada Jumat malam nampak ada perubahan. Di Desa Gentasari ketinggian air antara 50 cm hingga 80 cm. Sementara di Desa Mujur Lor antara 30 cm hingga 80 cm.
Jika hujan kembali turun, maka banjir akan datang lagi dan genangan bertambah tinggi. Bahkan bisa saja lebih tinggi dibandingkan Jumat pagi.
Prakirawan Cuaca BMKG Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Rendy Krisnawan mengatakan, hujan intensitas lebat mengguyur Cilacap sejak awal November. Dan potensi hujan lebat ini akan berlangsung selama dasarian pertama November 2022.
“Hujan di dasarian pertama November hujan kategori tinggi hingga ekstrim,” katanya.
Banjir serupa juga terjadi di Kecamatan Bantarsari, Cilacap. Namun banjir akibat luapan Sungai Cihaur ini sudah surut. (*)
