News  

Ribuan Rumah Ambruk Belum Tertangani

Salah satu relawan tengah memeriksa rumah ambruk di Desa Rejodadi Kecamatan Cimanggu. Ada ribuan rumah ambruk dan belum tertangani karena bukan kejadian bencana. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Ribuan rumah yang dalam kondisi terancam atau sudah ambruk, belum semua bisa tertangani. Kondisi ini tersebar di seluruh Kabupaten Cilacap. Hal ini terjadi karena tidak semua rumah ambruk ini masuk kategori kejadian bencana. Namun karena faktor lain seperti rumah sudah tua dan lapuk.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Wijonardi mengakui, masih ada ribuan rumah ambruk atau terancam ambruk dan belum bisa tertangani.

“Di Cilacap yang seperti ini (jumlahnya) ribuan,” katanya.

Dia mencontohkan rumah ambruk di Desa Rejodadi Kecamatan Cimanggu. Rumah milik keluarga Radiman (70), ambruk karena lapuk pada Sabtu (22/1/2023). Beruntung, kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa. Namun karena bukan kejadian bencana, maka BPBD Cilacap tidak bisa melakukan penanganan.

“Sebenarnya ini bukan masuk kategori kerja BPBD. Karena bukan bencana,” katanya.

Namun, BPBD tetap mengambil langkah dengan melakukan kegiatan perbaikan dengan melibatkan banyak unsur. Mulai dari pemerintah desa, dinas terkait dan warga bersama relawan.

BPBD berencana melakukan kerja bakti bersama seluruh unsur pada Selasa (25/1/2023). Hingga rumah ambruk yang belum sempat tertangani ini bisa kembali layak huni.

“Kades jadi komandan posko desa. Kita kembalikan semangat gotong royong warga dan kepedulian terhadap mereka yang mengalami kesusahan,” katanya.

Menurutnya, kerja bakti ini juga akan memperbaiki 1 rumah lainnya yang kondisinya nyaris ambruk dan belum sempat tertangani. Rumah tersebut milik tetangga Radiman dan saling berdampingan. Hingga nantinya kedua rumah ini kembali bisa layak huni.

BPBD Cilacap menyiapkan bantuan berupa bahan bangunan. Sementara Dinas Sosial akan membantu dengan mendirikan dapur umum. Warga dan relawan akan menggarap perbaikan 2 rumah tersebut.

“Kita siapkan bahan bangunan. Tapi tidak banyak,” tegasnya. (*)