RS Priscillia Mulai Diisi Nakes Terpapar Virus Corona

  • Bagikan

CILACAP – Tenaga Kesehatan (nakes) dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap mulai menjalani isolasi atau karantina terpusat di RS Priscillia Sampang, Selasa (25/5/2021).

Terpantau pada Selasa pagi hingga siang, ada 8 nakes yang telah datang ke RS Priscillia untuk menjalani isolasi.

Nakes yang akan diisolasi di RS Priscillia ini merupakan hasil tracing dari penanganan 14 ABK asal Filipina yang datang dari India beberapa saat lalu. Meskipun mereka telah disuntik vaksin.

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji mengatakan jika isolasi dilakukan untuk mempermudah pengawasan dan penanganan terhadap nakes yang terpapar virus corona.

Sembari menunggu hasil genome squencing dari hasil sampel yang dikirimkan ke laboratorium di Universitas Gajah Mada.

“Kenapa disini? Karena RS Priscillia ingin membantu pemerintah menangani Covid-19, dan menunggu hasil genome dari UGM, karena jika ternyata varian baru, maka harus dilakukan isolasi terpusat,” ujar Bupati usai penyerahan SK operasional RS Priscillia Sampang, Selasa (25/5/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap dr Pramesti Griana Dewi mengatakan dengan masuknya virus corona varian India, Pemkab juga telah melakukan beberapa langkah. Sebagai upaya antisipasi jika hasil genome squencing dari para nakes merupakan varian India.

“Kita akan mengetatkan dalam mencegah penularan virus ini, dengan tracing dan testing yang meluas, juga akan dilakukan pengetatan mobilitas mereka yang terpapar dengan nakes ini,” katanya.

Tracing juga telah dilakukan kepada keluarga nakes yang terpapar viris corona, serta seluruh petugas kesehatan di RSUD Cilacap.

Direktur RS Priscillia Sampang Herbi Purwadianto mengatakan jika ada 60 tempat tidur yang disiapkan untuk isolasi atau karantina. Mencegah adanya penularan virus kepada nakes di RS tersebut akan dilakukan pengetatan SOP.

“Penanganannya mulai dengan vaksin, semua melakukan protokol kesehatan dengan baik dan lebih ketat agar tidak muncul penularan,” katanya.

RS tersebut dioperasionalkan untuk isolasi terpusat. Sembali mempersiapkan obat dan lainnya, RS akan dibuka secara umum pada 1 Juni mendatang.

Sementara itu, Direktur RSUD Cilacap dr Moch Ichlas Riyanto, tersisa 8 ABK Filipina orang yang masih menjalani perawatan di RSUD Cilacap.

“Yang sembuh bertambah, sekarang tinggal 8 orang yan dirawat, masih menunggu hasil tes swab kedua negatif,” katanya.

Sebelumnya ada 14 ABK Filipina yang terkonfirmasi virus corona India. Satu orang meninggal dunia, 5 orang sembuh dan 8 orang masih positif aktif.(*)

  • Bagikan