RSUD Cilacap Tutup, Muncul Kluster Nakes Setelah Tangani ABK Filipina

  • Bagikan
Kapal Hilma Bulker yang diawaki ABK Filipina sandar di Pelabuhan Cilacap. ABK ini menularkan Covid19 varian baru kepada nakes hingga RSUD Cilacap terpaksa ditutup. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Kasus Covid19 di Kabupaten Cilacap dengan adanya varian baru, membuat masalah kian runyam. Tenaga kesehatan di RSUD Cilacap yang merawat justru terpapar dan harus menjalani isolasi mandiri sampai perawatan karena bergejala ringan.

Direktur RSUD Cilacap dr Moch Ilyas Riyanto mengkonfirmasi akan ada penutupan fasilitas kesehatan milik pemerintah itu. Langkah ini dilakukan setelah berkoordinasi dengan Forkopimda, dan dengan pertimbangan adanya keterbatasan tenaga kesehatan, maka RSUD Cilacap akan tutup sementara.

Penutupan ini hanya berlaku bagi pelayanan rawat jalan. Direncanakan penutupan dilakukan selama satu minggu, mulai Senin, 24 Mei 2021.

“Untuk mengantisipasi dan jumlah nakes yang terkonfirmasi, maka pelaksanaan pelayanan di RSUD Cilacap hingga minggu depan Kita off kan dulu terutama untuk poli rawat jalan,” katanya Sabtu (22/5/2021).

Meskipun demikian, pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) masih tetap berjalan seperti biasa.

Saat memberikan keterangan kepada awak media di Pendopo Wijayakusuma, Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji menyampaikan jika 14 ABK asal Filipina terkonfirmasi virus corona India.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan Balitbangkes RI, 13 ABK asal Filipina yang terkonfirmasi positif Covid-19 adalah varian India B.1617.2,” ujar Bupati yang didampingi Forkominda, Sabtu (22/5/2021).

Dengan hasil tersebut, Satgas Penanganan Covid-19 melakukan tracing kontak kepada tenaga kesehatan di RSUD Cilacap yang melakukan penanganan.
Ada sebanyak 179 nakes yang di tracing, hasilnya 32 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Sehingga hal ini memunculkan Klaster Nakes RSUD Cilacap.

“Kita lakukan tracing kontak mulai 11 Mei, secara berkala kepada 179 karyawan RSUD Cilacap, hasilnya ada 32 nakes yang positif Covid-19,” ujarnya.

Mereka yang terkonfirmasi positif terdiri dari 3 dokter, dan juga perawat, serta tenaga administrasi. Saat ini sebanyak 9 orang menjalani perawatan dan sisanya menjalani isolasi mandiri. Akan tetapi, 32 nakes yang positif Covid-19 ini, terpapar virus corona India atau bukan. Karena masih menunggu hasil pemeriksaan dari Balitbangkes RI. (*)

  • Bagikan