News  

Rumah Bagas Sangat Sederhana

Rumah keluarga Bagas di Desa Sidamukti Kecamatan Patimuan, Cilacap sangat sederhana. Namun dari rumah ini lahir juara All England. (doc)

CILACAP – Rumah keluarga Bagas Maulana, wong Cilacap yang menjuarai All England sektor ganda putra, ternyata sangat sederhana. Terlihat dari ukuran rumah ini yang tidak terlalu besar, khas rumah di daerah pedesaan.

Keluarga Bagas menjadi terkenal setelah dia menjuarai All England. Di babak finas, pasangan Bagas/Fikri ini menjungkalkan senior mereka, yakni Hendra/Ahsan melalui straight set.

Pasangan Bagas/Fikri melaju ke babak final All England usai mengalahkan The Minions di babak semi final. Sementara di final, pasangan ini harus berhadapan dengan pemain ganda paling senior, Hendra/Akhsan. Pasangan Bagas/Fikri akhirnya keluar sebagai juara dengan straight set, 21-19 dan 21-13.

Jangan berharap saat melihat rumah Bagas di Dusun Penyeretan Desa Sidamukti Kecamatan Patimuan, Cilacap berlimpah kemewahan. Justru sebaliknya. Rumah keluarga Bagas di sana sangat sederhana. Bangunannya sudah permanen dengan tembok bata dan berlapis cat warna biru laut.

Halaman samping sudah terlapisi semen. Di depan ada kolam kecil sementara belakang penuh dengan pohon tahun. Gambaran ini sangat khas dan mudah ditemukan di Dusun Penyeretan.

“Ini rumah keluarga Bagas. Kalau dia pulang pasti ke sini,” ujar Sukirno, paman Bagas.

Bagas sendiri menghabiskan masa kecilnya di Dusun Penyeretan Desa Sidamukti Kecamatan Patimuan, Cilacap. Dia tinggal bersama nenek dari pihak ayah. Sementara ayahnya, Rasijo Adigas merantau di kota besar. Setelah remaja, barulah Bagas kemudian menyusul bapaknya yang tengah merantau.

Di sana, bakat Bagas mulai terasah dengan mengikuti sejumlah klub dan mendapatkan dukungan penuh dari sang ayah. Sampai kemudian pada 2012 lalu, Bagas bisa masuk PB Djarum.

Rasijo Adigas sejak muda memang terkenal penyuka berbagai macam olah raga. Tidak terkecuali bulutangkis. Kegemarannya ini kemudian menurun ke anaknya. Selama Bagas berlatih di sejumlah klub, Rasijo Adigas memberikan dukungan penuh.

“Orang tua mendukung penuh. Terutama bapaknya. Dia dari dulu memang suka olah raga,” ujar Icuk Sudiarto, salah satu warga Kecamatan Patimuan. (*)