News  

Rumah Terbakar, Uang Rp 12 Juta Ikut Ludes

Petugas Damkar tengah melakukan penyemprotan untuk memastikan tidak ada api, Selasa (5/7/2022). Kebakaran terjadi di rumah petani yang menghanguskan bangunan dan uang RP 12 juta. (doc)

CILACAP – Rumah terbakar akibat tungku masih menyala saat pemiliknya pergi, terjadi di Desa Bulusari Kecamatan Gandrungmangu, Cilacap, Selasa (5/7/2022). Rumah milik Sansumarto (65 th) itu ludes terbakar, justru saat di tengah berada di ladang.

Peristiwa ini bermula saat istri korban memasak menggunakan tungku di dapur. Sekitar pukul 07.45 WIB, korban bersama istrinya pergi ke sawah untuk memanen buang bengkoang. Rumah ini dalam keadaan tanpa penghuni alias kosong.

Sekitar pukul 09.00, salah satu warga melihat kobaran api di atas atap rumah tersebut. Api tersebut sudah sangat besar dan membakar hampir seluruh rumah milik petani itu.

Mendapati kondisi yang tidak menguntungkan ini, saksi meminta pertolongan warga dan tetangga untuk memadamkan api. Salah satu warga lalu melaporkan kejadian tersebut ke perangkat desa terdekat dan diteruskan ke Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Sidareja.

Mendapati laporan ini, Pos Damkar Sidareja mengirimkan 1 tim petugas dan 1 armada mobil pemadam. Mereka juga membawa seluruh peralatan untuk memadamkan api. Setiba di lokasi, para petugas ini langsung menyemprotkan air. Hanya saja, upaya petugas tidak mampu menyelamatkan rumah itu hingga terbakar habis.

Kepala Pos Damkar Sidareja, Idik Iskandar mengatakan, penyebab kebakaran kemungkinan besar dari tungku yang kemudian menyisakan bara. Bara ini lalu menyambar ke tumpukan kayu di samping tungku hingga menimbulkan kobaran api.

“Api kemungkinan dari tungku,” kata dia.

Dia memastikan, tidak ada korban jiwa atas kejadian ini. Namun korban mengalami kerugian senilai Rp 134 juta lebih. Ini dengan menghitung kerusakan pada rumah dan isinya. Seperti 1 unit sepeda motor dan uang tunai sebanyak Rp 12 juta. Sebagian uang masih sempat terselamatkan meski jumlahnya jauh dari yang terbakar.

“Total kerugian Rp 134 juta lebih,” tegasnya. (*)