News  

Sampah Organik Diprediksi Naik Saat Ramadan

Petugas kebersihan tengah mendorong gerobak di salah satu pasar tradisional di Cilacap. DLH Cilacap memprediksi, produksi sampah organik akan naik saat ramadan. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Sampah organik kemungkinan besar akan naik drastis selama bulan suci ramadan. Penyebabnya karena meningkatnya pembelian makanan tradisional yang dikemas dengan bahan organik. Sebut saja jajanan tradisional yang menjadi menu saat buka puasa.

Selama ramadan, masyarakat cenderung membeli jajanan ataupun menu khas untuk berbuka puasa. Mereka membeli menu ini saat sore hari, sembari ngabuburit atau menunggu waktu buka puasa. Tidak jarang, menu khas buka puasa ini menggunakan daun pisang atau yang lainnya sebagai pembungkus. Hingga otomatis, produksi sampah organik saat ramadan akan naik.

Kepala UPT Dinas Lingkungan Hidup Wilayah Barat, Slamet Santoso mengakaui, biasanya saat ramadan sampah organik akan lebih banyak.

“Biasanya lebih banyak sampah organik saat puasa,” kata dia.

Selain dari pembungkus, kulit buah atau makanan lainnya juga menjadi penyebab naiknya sampah organik saat ramadan. Ini karena masyarakat cenderung mengkonsumsi buah untuk tetap menjaga kesehatan dan kondisi tubuh selama puasa. Demikian juga dengan sisa menu buka puasa yang menjadi sumber peningkatan sampah organik.

Slamet menambahkan, kebiasaan masyarakat untuk memasak menu buka dan sahur juga menjadi penyebab tersendiri. Biasanya, masyarakat membeli bahan segar seperti daging, telur dan sayuran untuk mereka olah menjadi menu buka puasa dan sahur.

“Yang biasanya tidak masak, jadi lebih sering masak,” kata dia.

Namun demikian, secara umum perubahan masyarakat ini tidak membuat produksi limbah domestik naik drastis. Peningkatan produksi sampah baru akan terjadi pada H-7 sampai pasca lebaran. Ini terkait dengan banyaknya pemudik yang kembali ke daerah asal.

“Banyak warga kita yang merantau, pulang menjelang lebaran. Otomatis produksi sampah akan naik. Tapi kalau awal sampai pertenganah ramadan, sampah tetap sama,” tegasnya. (*)