Sandar di Cilacap 13 ABK asal Filipina Terkonfirmasi Covid-19, 1 ABK Kritis

  • Bagikan
Kapal KM MV Hilma Bulker sandar di pelabuhan Cilacap. 13 ABK dinyatakan positif Covid19. (narisakti/bercahayanews.com)

CILACAP – Anak Buah Kapal (ABK) KM MV Hilma Bulker yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Filipina dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Dari 20 ABK dan juga Nahkoda yang ada di kapal tersebut, 13 orang diantaranya positif Covid-19.

Kapal ini membawa gula rafinasi dari India, dan sampai di Cilacap pada 25 April 2021. Sebelum bongkar muat, sesuai SOP dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Cilacap.

“Ada 20 ABK yang semuanya orang Filipina, setelah dilakukan pemeriksaan, 13 orang positif semuanya diisolasi di RSUD Cilacap,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap Farid Ma’ruf, Jumat (7/5/2021).

Dari 13 orang tersebut, petugas mendapati 1 orang dalam kondisi drop alias kritis. Hingga ABK ini harus mendapatkan perawatan intensif dari petugas medis di RSUD CIlacap.

“Satu diantaranya kritis dan harus mendapatkan perawatan intensif,” kata dia.

Sisanya, 7 orang ABK masih tetap berada di kapal, karena hasil rapid test antigen dinyatakan negatif. Para ABK ini tidak diperbolehkan keluar dari kapal dan harus menjalani isolasi.

Pemeriksaan rapid test juga dilakukan kepada tenaga bongkar muat dan petugas pengawas, karena kapal tersebut sempat bongkar muat selama dua hari. Ada sebanyak 49 orang yang dirapid test Antigen, hasilnya menunjukan negatif Covid-19.

“Saat ini kegiatan aktivitas bongkar muat dihentikan sementara, kapal juga akan disemprot disinfektan, oleh KKP Cilacap,” katanya.

Kepala KKP Cilacap Sulistiyanto memgatakan pihaknya sudah melakukan penanganan sesuai dengan SOP.

Tidak hanya para ABK WNA Filipina, warga Indonesia yang bersinggungan dengan mereka juga dilakukan pemeriksaan kesehatan. Untuk memastikan tidak adanya penularan Covid-19.

“Kami juga melakukan pelacakan termasuk petugas kami ada 12 orang, TKBM ada 63 orang dan kapal pengantar 2 orang dan hasilnya negatif, jadi kesimpulannya, orang darat masih aman,” ujarnya.

Pengawasan juga dilakukan selama 24 jam kepada ABK di kapal tersebut. Setiap hari melakukan disinfeksi ke Kapal tersebut.

“Rencana Jumat malam ini akan ada pemeriksaan tes antigen lagi, dan akan diulang lagi pada hari ke-14 pada tanggal 9 Mei nanti, agar memastikan benar-benar negatif,” ujarnya. (*)

  • Bagikan