Santri Mau Masuk Pondok Dirapid

  • Bagikan
Santri Cilacap yang akan berangkat ke Pondok Lirboyo harus menjalani rapid antigen guna memastikan bebas Covid19. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Santri Kabupaten Cilacap yang akan kembali masuk pondok, harus melalui pemeriksaan rapdi antigen. Termasuk santri yang akan kembali ke Pondok Lirboyo di Jawa Timur. Mereka direncanakan akan berangkat bersama pada Minggu (23/5/2021).

“Ya, ada rapid antigen di puskesmas terdekat,” ujar Kepala Puskesmas Sidareja, Siti Fatimah, Jumat (21/5/2021).

Menurutnya, jadwal rapid bagi santri ini sudah dipersiapkan masing-masing puskesmas di Kabupaten Cilacap. Seperti di Puskesmas Sidareja dan Patimuan, rapid akan dilakukan Sabtu (22/5/2021). Sementara di puskesmas lain seperti Bantarsari sudah dilakukan pada Jumat (21/5/2021).

“Sabtu di (Puskesmas) Sidareja dan Patimuan,” kata dia.

Namun dia belum mengetahui secara pasti seluruh santri yang akan berangkat ke Lirboyo. Hanya saja dipastikan mereka harus mengikuti prosedur tersebut. Surat keterangan ini akan dijadikan dasar untuk melalukan perjalanan dan masuk pondok pesantren.

“Batas waktu rapid kan tiga hari,” ujarnya.

Siti Fatimah menambahkan, para santri yang lolos rapid antigen ini dipastikan akan bisa berangkat bersama rombongan. Namun yang terdeteksi positif, terapksa menunda sementara keberangkatannya.

Mereka harus menjalani isolasi mandiri di rumah atau tempat isolasi lainnya. Ini diberlakukan bagi mereka yang tanpa gejala. Sementara yang bergejala akan dirujuk ke rumah sakit guna perawatan lebih lanjut.

“Mudah-mudahan sih lolos semua,” ungkapnya.

Informasi yang diterima bercahayanews.com menyebutkan, ada 240 santri Kabupaten Cilacap yang akan berangka ke Lirboyo. Pemberangkatan akan dilakukan secara terpisah di tiap wilayah eks distrik.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, dr Pramesti Griyana Dewi membenarkan rapid antigen untuk para santri tersebut. Dia menyebut ada lebih dari 200 santri yang dirapid dan akan berangkat ke Jawa Timur di akhir pekan.

“Sekitar dua ratus (santri),” ujarnya singkat. (*)

  • Bagikan