News  

Sapi Divaksin Untuk Cegah PMK

Petugas Dinas Pertanian Cilacap saat memvaksin sapi, Kamis (30/6/2022). Dinas targetkan mampu memvaksin 5 ribu ekor sapi dalam sepekan. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – 5 ribu ekor sapi di Kabupaten Cilacap harus divaksin untuk cegah penyebaran PMK (Penyakit Kuku dan Mulut). Wilayah ini sempat terjadi penyebaran PMK dan memaksa peternak untuk mengisolasi sapi mereka. Vaksinasi sapi ini akan rampung dalam sepekan sesuai jadwal dari dinas.

Dinas sudah memulai vaksinasi sejak Senin (27/6/2022) di Kecamatan Sidareja. Sementara hari terakhir adalah Kecamatan Nusawungu, Maos, Kroya, Adipala dan Binangun pada Sabtu (2/7/2022).

Kepala Sub Koordinator Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner di Dinas Pertanian Cilacap, Slamet Sugiyo mengatakan, pihaknya berharap mampu memenuhi target.

“Target kita adalah memvaksin 5 ribu ekor sapi sesuai jadwal,” kata dia.

Untuk bisa memenuhi target ini, pihaknya sudah membentuk tim yang terdiri dari tenaga kesehatan hewan, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan lainnya. Sementara saat di lapangan, pihaknya mendapatkan dukungan dari unsur TNI, Polri dan petugas kecamatan.

Dia mengatakan, target 5 ribu ekor sapi yang harus divaksin tersebut pada dasarnya untuk mencegah penyebaran PMK. Selain itu, vaksinasi ini tidak hanya 1 kali. Namun sampai 3 kali secara bertahap.

“Jadi sampai booster. Jarak vaksin pertama ke 2 itu satu bulan,” kata dia.

Namun demikian, tidak semua sapi ini harus ikut divaksin. Seperti sapi yang tengah bunting di bawah 1 bulan. Demikian juga dengan sapi kurban. Dinas lebih memprioritaskan sapi yang menjadi peliharaan peternak atau dalam tahap penggemukan.

“Kalau sapi kurban, setelah 1 bulan kita datangi sudah tidak ada,” tegasnya. (*)