News  

Satu Desa di Cilacap Tertimbun Longsor

Salah satu rumah warga Desa Kuta Bima Kecamatan Cimanggu, Cilacap rusak akibat tertimpa longsor. (doc)

CILACAP – Satu desa di Kecamatan Cimanggu, Cilacap, tertimbun akibat tanah longsor yang tersebar di 17 titik dalam waktu bersamaan. Wilayah longsor berada di Dusun Citulang Desa Kuta Bima Kecamatan Cimanggu.

Longsor terjadi pada Kamis (31/3/2022) dan mengakibatkan kerusakan hebat bagi infrastruktur berupa jalan desa. Mayoritas jalan ini tertutup lumpur material longsor dan menyulitkan lalu lintas warga. Termasuk untuk mengevakuasi warga yang terjebak di lokasi tanah longsor.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari melalui siaran pers menyebutkan, ada 17 lokasi titik longsor di sana berdasarkan kaji cepat BPBD Cilacap. Material longsor menimpa rumah warga dan sebagian jalan desa tertimbun. Demikian juga dengan area pertanian.

“Kajian cepat BPBD Cilacap pada Jumat (1/4/2022), ada 17 titik longsor di satu desa itu,” kata Abdul Muhari.

BPBD Kabupaten Cilacap mencatat ada 3 rumah tertimbun, 2 rumah rusak berat, 3 rusak ringan dan 49 terancam longsor. Selain itu ada jembatan ambruk, sawah dan perkebunan seluas 4 hektar terdampak longsor.

Petugas gabungan nampak memonitor salah satu titik longsor di Desa Kuta Bima Kecamatan Cimanggu, Cilacap. (doc)

Pasca bencana ini, warga korban tanah longsor yang tersebar di 17 titik ini mengalami kesulitan untuk keluar dari lokasi. Mereka harus berjalan kaki menuju lokasi aman karena jalan tidak bisa dilalui kendaraan roda 2 maupun 4.

“Untuk jalan kaki saja sangat susah,” tambah dia.

Warga dan para korban tanah longsor ini langsung menempati pusat pengungsian yang memanfaatkan fasilitas umum. BPBD juga sudah mendirikan dapur umum untuk mendukung keberadaan para pengungsi.

Kepala BPBD Cilacap, Wijonardi menambahkan, longsor terjadi karena turunnya material tanah perbukitan hingga menimbun persawahan dan permukiman warga saat hujan dengan intensitas tinggi.

Adapun material longsor lainnya juga terbawa oleh aliran Sungai Cireueui menuju Sungai Cileumeuh yang sempat meluap pada Kamis (31/3/2022) malam.

“Sungai Cireueui yang kemarin banjir dan berdampak ke Cileumeuh,” tegasnya. (*)