News  

Sedekah Laut Tanpa Arak-arakan Jolen

Seorang nelayan tengah mempersiapkan jolen untuk dilarung dalam ajang tahunan Sedekah Laut di Teluk Penyu Cilacap, Kamis (26/8/2021). Sedekah Laut di gelar Jumat (27/8/2021). (narisakti/bercahayanews.com)

CILACAP – Untuk kedua kalinya, gelaran Sedekah Laut di Kabupaten Cilacap bertepatan dengan masa pandemi. Agenda tahunan ini tanpa ada arak-arakan jolen atau tandu berisi sesaji dari pendopo Kabupaten ke Teluk Penyu.

Sedekah laut hanya berupa melarung seluruh jolen oleh 8 kelompok nelayan Cilacap. Ajang menyebar di sejumlah lokasi berbeda, dan melibatkan 8 kelompok nelayan.

“Sama (seperti tahun 2020). Kita tidak akan adakan arak-arakan,” ujar Ketua HNSI Cilacap, Sarjono, Kamis (26/8/2021).

Dia mengatakan, pelepasan jolen akan dilakukan serempak pada Jumat (27/8/2021) pukul 09.00. Pihaknya sudah sepakat dengan seluruh kelompok agar pelarungan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) milik tiap kelompok. Ini guna menghindari kerumunan saat pelarungan. Demikian juga saat arak-arakan.

“Kenapa dipecah? Ya biar tidak ada kerumunan skala besar. (Pengunjung dan nelayan) juga harus pakai masker,” terangnya.

Selain itu, pengurus dan seluruh kelompok juga sepakat agar acara ruwatan Kamis malam terpusat di kantor HNSI. Tiap kelompok akan mengirimkan perwakilan untuk mengikuti ritual malam sebelum Sedekah Laut.

Namun demikian, jumlah jolen yang akan dilarung lebih banyak dibandingkan 2020 lalu. Tahun ini, seluruh rukun nelayan akan melarung 50 jolen. Tiap rukun nelayan membuat joleng secara gotong-royong.

“Ini sebagai ucap syukur kepada Yang Maha Pencipta dan penguasa Pantai Selatan karena hasil tangkapan ikan tahun ini lebih baik. Ada 50 joleng di tahun 2021,” katanya.

Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Cilacap, Tri Komara Sidhy mengatakan, ajang tahunan kali ini lebih sederhana dan hanya mengelar acara inti. Yakni melarung jolen ke Teluk Penyu dan tersebar di sejumlah lokasi.

“Dipastikan lebih sepi karena memang terpecah di sejumlah lokasi,” katanya.

Selain itu, ritual berupa tirakatan di pendopo kabupaten juga dihilangkan. Hal ini berbeda dari ajang serupa sebelum pandemi. Malam sebelum pelarungan joleng, tokoh nelayan dan adat Cilacap menggelar tirakat atau doa bersama.

“Tahun ini dinas juga tidak membuat jolen. Hanya membantu nelayan untuk membuat jolen,” tegasnya.

Seperti diketahui, Sedekah Laut menjadi atraksi budaya yang digelar para nelayan pantai selatan tiap Jumat Kliwon di bulan Syura berdasarkan perhitungan kalender jawa. Kegiatan tersebut berupa melarung sesajen yang ditaruh dalam jolen dan berisikan kepala hewan ternak. (*)