Sederhana, Upacara 17 Agustus

  • Bagikan
Upacara pengibaran bendera HUT RI , Selasa (17/8/2021) sepi karena hanya melibatkan sejumlah orang saja. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Suasana genggap gempita selalu dirasakan warga dan peserta upacara peringatan detik-detik Proklamasi 17 Agustus. Deretan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang berjalan tegap, gagah dan penuh wibawa selalu menjadi pertunjukan tersendiri.

Demikian juga para peserta upacara yang dipastikan berpakaian rapi, lengkap dengan tanda kebesaran masing-masing. Bagi anggota TNI, seragam hijau selalu melekat di tubuh mereka. Tidak jarang ada lencana khusus atau tanda kebesaran yang melekat di dada.

Demikian juga dengan anggota Polri yang khas dengan seragam warna coklat. Atau para purnawirawan yang tetap mempancarkan kekuatan meski sudah berusia lanjut.

Namun pemandangan ini tidak nampak sama sekali saat Upacara Pengibaran Bendera dalam rangka HUT RI ke 76 digelar di berbagai tempat, Selasa (17/8/2021). Tidak ada Paskibra atau kompi peserta upacara dari warga biasa. Demikian juga dengan tidak adanya purnawirawan.

Jumlah peserta sangat terbatas karena pandemi Covid19 dan mengharuskan kerumunan ditiadakan. Sedangkan pengibar bendera maksimal 8 orang. Bahkan ada yang hanya dilakukan 3 petugas saja.

Seperti yang terlihat di Kecamatan Majenang. Pengibar bendera hanya 3 orang. Tiap pleton pasukan hanya ada 3 sampai 5 orang saja. Mereka terdiri dari anggota TNI, Polri, PNS dan staf kecamatan.

Selain itu, juga tidak ada suara sirine, kentongan dan tetabuhan sejenisnya. Atau pelepasan balon dan burung merpati yang selalu hadir tiap bertepatan dengan detik-detik Proklamasi. Upacara tersebut memang digelar lebih awal dan dimulai sekitar pukul 07.30.

Camat Majenang, Iskandar Zulkarnain saat membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah mengatakan, pandemi mengingatkan kembali bahwa perjuangan melawan Covid19 belum selesai.

“Perjuangan belum selesai,” kata dia.

Chandra, salah satu warga mengakui kemeriahan pengibaran bendera merah putih saat 17 Agustus selalu menjadi perhatian masyarakat. Tiap kali digelar selalu ada penonton dari berbagai usaia.

“Tapi sekarang sepi. Kaya tidak ada upacara karena yang ikut orang tertentu saja,” tegasnya. (*)

  • Bagikan