CILACAP – Omzet kolang kaling selama bulan puasa melonjak drastis. Dalam sehari, pedagang pasar tradisional di Cilacap bisa jual 1 kwintal kolang kaling. Jumlah ini naik 100 persen dari pada hari biasa.
Kolang kaling berasal dari buah pohon aren, sejenis palma yang banyak tumbuh di perbukitan. Tumbuhan ini juga banyak berkembang di wilayah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat. Hingga wajar, jika pedagang pasar di Cilacap kerap mendapatkan pasokan dari Jawa Barat. Dan selama ramadan, buah dari pohon palm ini menjadi buruan masyarakat untuk diolah menjadi takjil.
Salah satu pedagang kolang kaling di Pasar Majenang, Cilacap, Ibu Su mengaku bisa menjual 1 kwintal per hari.
“Sehari bisa jual 1 kwintal,” kata dia.
Menurutnya, permintaan komoditas ini selama ramadan selalu melonjak drastis. Jika di luar ramadan, dia hanya menyediakan 500 kg. Namun selama ramadan, permintaan naik hingga dalam sehari dia bisa jual 1 kwintal.
Para pembeli mayoritas merupakan pedagang musiman yang selalu menyediakan takjil untuk buka puasa. Atau pedagang sayur dan pedagang makanan lainnya.
Mereka, para pembeli ini sudah datang ke pasar sejak pagi hari. Dia memastikan dagangannya sudah dalam kondisi bersih. Selain itu, dia menyediakan kolang kaling warna warni. Paling banyak adalah warna hijau atau merah. Tentu saja dia memilih menggunakan pewarna untuk makanan agar lebih sehat.
“Yang beli datang dari pagi. Kalau sudah siang ya satu dua orang. Biasanya pembeli umum,” katanya.
Untuk memenuhi lonjakan permintaan, dia kerap meminta suplay dari pedagang di luar Cilacap. Seperti suplayer dari sejumlah kota di Jawa Barat. Sementara pasokan dari petani lokal juga menjadi rebutan para pedagang di pasar.(*)






