News  

Sekda Panggil Kontraktor Puskesmas Jeruklegi

Sekda Cilacap, Awaludin Muuri bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, dr Pramesti Griyana Dewi saat memberikan keterangan kepada media, Senin (30/5/2022). Sekda sudah panggil kontraktor yang menggarap pembangunan puskesmas Jeruklegi. (doc)

CILACAP – Sekda Cilacap, Awaludin Muuri panggil kontraktor pengarap Puskesmas Jeruklegi yang sempat menjadi lokasi sidak Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Sekda langsung meminta agar rekanan bisa memperbaiki titik yang menjadi perhatian gubernur.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo lakukan sidak dan kecewa karena temukan pembangunan Puskesmas Jeruklegi, Cilacap ternyata buruk. Terutama pada pengerjaan finishing yang membuat Ganjar segera meminta rekanan untuk memperbaikinya.

Pemerintah Kabupaten Cilacap lalu menindaklanjuti temuan ini, Senin (30/5/2022). Sekda panggil kontraktor penggaran puskesmas tersebut.

“Hari ini kita rapat internal bersama seluruh pihak terkait,” ujar Sekda saat menggelar konfrensi pers.

Menurutnya, titik yang menjadi temuan Ganjar Pranowo bersifat minor. Seperti tembok yang nampak rusak. Ini terjadi karena proses pemasangan listrik yang dilakukan usai pengerjaan tembok selesai.

“Sudah dihaluskan, tapi ternyata listrik belum terpasang. Hingga terpaksa dibongkar untuk memasang listrik,” kata dia.

Demikian juga dengan lantai keramik yang ada sudah sempat menjadi temuan pemerintah. Kerusakan ini juga sudah menjadi catatan dan rekanan sudah berjanji untuk memperbaikinya.

Namun demikian, Sekda memastikan rekanan sudah melakukan perbaikan sejak Minggu (22/5/2022). Atau selang sehari setelah sidak Ganjar Pranowo pada Sabtu (221/5/2022).

Dia juga berjanji akan melaporkan seluruh perkembangan perbaikan tersebut. Termasuk melampirkan data dukung berupa foto.

“Foto sebelum dan sesudah akan kita lampirkan. Laporan akan kita sampaikan ke Pemerintah Provinsi,” katanya.

Menurutnya, temuan gubernur tersebut terjadi karena kurang koordinasi dan pengawasan yang membuat pekerjaan kurang rapi.

Namun dia memastikan, seluruh proses pembangunan Puskesmas Jeruklegi sudah melalui tahapan yang benar. Mulai dari perencanaan, lelang hingga saat pengerjaan.

“Tapi mungkin karena kurang koordinasi, kurang pengawasan saja hingga hal ini terjadi,” tegasnya. (*)