Setelah Balita dan Batita, Kini Ada Baduta

ilustrasi

CILACAP – Setelah masyarakat paham dengan istilah balita dan batita, kini muncul istilah baru untuk membagi bayi berdasarkan usia. Pembagian dengan detail ini agar penanganan masalah kesehatan mereka bisa lebih tepat.

Sejak lama, istilah balita atau bayi di bawah lima tahun muncul dan lantas dikenal luas masyarakat. Hingga kemudian muncul anggapan kalau anak di atas 5 tahun, bukan lagi masuk kategori bayi. Sebaliknya, anak yang belum genap berumur 5 tahun akan masuk kategori sebagai bayi yang butuh perhatian ekstra.

Baru setelah itu muncul lagi istilah batita atau bayi di bawah tiga tahun. Hanya saja, karena muncul belakangan singkatan ini masih kalah populer dengan balita. Masyarakat pada akhirnya tetap mengucapkan balita meski anak tersebut masih di bawah 3 tahun.

Dan saat program penanganan stunting ini marak, muncul istilah baru lagi. Yakni kata baduta atau bayi di bawah dua tahun. Penggunaan singkatan ini sangat mungkin berlatar belakang faktor kesehatan.

Karena selama ini, pemerintah selalu menekankan ASI Ekslusif atau pemberian Air Susu Ibu sampai bayi berumur 2 tahun. ASI Ekslusif ini memang sempat luntur karena banyak ibu yang bekerja hingga tidak maksimal dalam memberikan ASI. Dan baru belakangan ini, kesadaran untuk memberikan ASI Ekslusif kembali muncul kembali.

Dan selama 2 tahun ini, bayi tidak akan pernah lepas dari pemberian ASI. Meskipun pada umur 6 bulan, bayi sudah bisa mendapatkan makanan tambahan. Tentu saja makanan ini harus lembut agar mudah dicerna.

Pj Bupati Cilacap, Yunita Diah Suminar, intervensi untuk menangani kasus stunting juga bisa melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

“Pemerintah memberikan PMT untuk balita maupun baduta,” katanya. (*)