News  

Sholat Tarawih di Puncak Bukit. Mau Coba?

Rombongan Forkompincam Majenang saat melakukan tarhim, Senin (18/3/2024) malam. Masjid lokasi sholat tarawih berada di ketinggian 600 mdpl dan berada di puncak bukit. (doc)

CILACAP – Sholat tarawih menjadi salah satu ibadah dan dilakukan secara berjamaah. Masyarakat selalu memilih masjid atau mushola untuk menggelar sholat sunah tersebut selama bulan suci ramadan. Namun apa jadinya jika masjid ini berada di puncak bukit, di daerah dengan ketinggian 600 mdpl? Plus berada sangat dekat dengan titik perbatasan.

Bagi rombongan tarawih dan silaturahim (tarhim) Kecamatan Majenang, titik pertama untuk adalah Masjid Hidayaturrohman di Desa Ujungbarang. Rombongan tiba beberapa saat sebelum waktu berbuka puasa.

Perbedaan nampak saat hendak mulai sholat tarawih berjamaah. Masjid ini ternyata berada di sebuah lereng dan sangat dekat dengan salah satu puncak bukit. Maklum saja, Ujungabarang merupakan salah satu desa yang berada di daerah pegunungan yang membentang tepat di tengah-tengah pulau Jawa.

Cuaca dingin mulai terasa meski waktu baru menunjukkan pukul 19.30. Jalan juga terasa sangat sepi meski masjid ada di samping jalan provinsi penghubung Cilacap-Brebes-Bumiayu. Ini jalan alternatif, hingga saat malam sepi dari kendaraan.

Widiyanto, salah satu warga setempat mengatakan, perkampungan di sekitar masjid memang terkenal sepi. Terutama selepas isya.

“Jam 10 malam, tidak ada warung buka. Semua tutup. Karena memang sepi,” kata dia.

Jika ada keperluan mendesak, maka warga harus berkendara turun bukit selama kurang lebih 10 menit. Baru mereka bisa mendapatkan warung atau toko yang masih buka.

Camat Majenang, Aji Pramono mengatakan, kegiatan sholat tarawih atau tarhim di Desa Ujungbarang menjadi yang pertama untuk puasa ramadan tahun ini.

“Kebetulan lokasinya di Masjid Hidayaturrohman,” katanya.

Dia berpesan agar warga tetap menjaga lingkungan agar tetap aman. Dengan demikian, masyarakat bisa menjalankan ibadah puasa sebulan penuh dengan tenang.

“Kita ingin zero. Zero dari gangguan kamtibmas. Seperti judi, petasan dan tawuran,” katanya. (*)