Siswa SD 04 Boja di Cilacap, 6 Tahun Belajar di Gedung Rusak dan Bubar Jika Hujan

Suasana SD 04 Boja Kecamatan Majenang, Cilacap saat Mendikdasmen, Abdul Mu'ti berkunjung. Siswa SD 04 Boja selama 6 tahun terakhir belajar dibawah ancaman bencana gerakan tanah. (bercahayanews.com)

CILACAP – Siswa SD 04 Boja Kecamatan Majenang, Cilacap, harus belajar di tengah ancaman bencana yang bisa datang sewaktu-waktu. Meski begitu, mereka tetap saja bertahan sembari menunggu relokasi ke lahan baru.

SD 04 Boja pertama terkena bencana gerakan tanah pada 2019 lalu. Awalnya, kerusakan belum parah. Namun kemudian pergerakan tanah terjadi secara berkala. Akibatnya, seluruh ruang rusak dengan dinding ataupun lantai yang retak. Hingga salah satu kelas harus dirobohkan karena kerusakan sangat parah dan membahayakan siswa.

Kepala SD 04 Boja, Arif Miftahudin mengatakan, sebelumnya ada 6 ruang kelas untuk belajar seluruh siswa. Juga ada ruang guru, perpustakaan dan rumah penjaga. Namun sekarang, tinggal tersisa 5 kelas karena salah satu ruang sudah tidak tersisa.

“Karena sudah rusak dan berbahaya hingga harus dirobohkan,” ujarnya.

Dia menyebut, sekolah harus menyulap ruang guru menjadi kelas untuk belajar. Hingga guru harus menempati ruang lain dan bersebelahan dengan dapur.

Arif menambahkan, Pemkab Cilacap membuat aturan tersendiri untuk sekolah tersebut. Yakni membubarkan siswa SD 04 Boja dari proses pembelajara mana kala hujan turun. Alasannya adalah khawatir akan terjadi gerakan tanah yang bisa mengancam keselamatan siswa dan juga guru.

“Kalau hujan ya bubar. Ini SOP tersendiri dari Pemkab Cilacap,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti memerintahkan agar proses relokasi SD 04 Boja Kecamatan Majenang, Cilacap, bisa segera terwujud secepatnya. Hal ini dia sampaikan saat meninjau sekolah tersebut, Selasa (9/9/2025).

“Ya, secepatnya kan. Ini Pak Kepala Sekolah hari ini akan ke Jakarta. Tanda tangan kontrak. Surat tugasnya. Insya Allah juga sudah ada surat tugasnya. Jadi bisa segera dimulai. Secara seksama dalam waktu yang sesingkat-singkat,” ujarnya. (*)