News  

Sujito Jadi Pj Sekda Cilacap

Pj Bupati Cilacap, Awaludin Muuri (kiri) melantik Sujito sebagai Pj Sekda Cilacap, Jumat (8/12/2023). Sujito sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah. (narisakti/bercahayanews.com)

CILACAP – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Cilacap, Sujito, resmi jadi Pj Sekda Cilacap. Dia dilantik oleh Pj Bupati Cilacap, Awaludin Muuri di Pendopo Cilacap, Jumat (8/12/2023). Sujito akan menjalani tugas sebagai Pj Sekda selama 6 bulan ke depan.

Pelantikan Pj Sekda Cilacap oleh Pj Bupati Cilacap memang harus terjadi. Pasalnya, Pj Bupati menjabat Sekda Cilacap. Dan Sujito terpilih untuk menjalankan tugas sehari-hari jabatan Sekda tersebut.

Pj Bupati Cilacap, Awaludin Muuri usai pelantikan memerintahkan agar semua kepala dinas dalam membuat laporan ke bupati harus melalui Pj Sekda.

“Kepala OPD dalam memberikan kepada Bupati harus melalui Sekda. Ini sesuai aturan. Dan memang gunanya Sekda untuk mengontrol,” katanya.

Menurutnya, Sekda menjadi orang nomor 2 di Cilacap dan wajib membantu tugas-tugas bupati. Karena sangat mungkin, Bupati memiliki kesibukan luar biasa. Hingga perlu ada pembagian tugas antara Bupati dan Sekda.

“Ya bagi-bagi tugas. Dan fungsi kontrol laporan melalui Sekda dengan ada paraf. Bahkan oleh Asisten juga yang mengkoordinir dinas-dinas tertentu sesuai tugasnya,” katanya.

Menurutnya, pemilih Sujito sebagai Pj Sekda sudah melalui proses yang benar. Dia menjamin tidak ada jual beli dalam pemilihan sosok penjabat Sekda tersebut.

“Saya memilih Pak Jito (Sujito) ini tidak ada. Engga akan ada jual beli jabatan,” katanya.

Pj Sekda, Sujito usai pelantikan mengatakan, akan berupaya untuk membantu tugas Pj Bupati sebaik mungkin. Salah satunya dengan memastikan 10 Program Prioritas Pj Bupati bisa terwujud dan terasa oleh masyarakat.

“Saya tentu akan berusaha keras untuk menjalankan tugas. Dengan harapan, 10 Program Priotigas Bupati bisa dilaksanakan dengan baik. Bukan hanya program di dalam dokumen saja. Tapi implementasi di lapangan, di masyarakat bisa benar-benar sampai,” katanya. (*)