News  

Tanah Bergerak Ancam 3 Rumah

Longsor di Desa Adimulya Kecamatan Wanareja, Cilacap ancam 3 rumah. BPBD Cilacap pastikan tidak ada mahkota longsor meski sudah ada retakan di atas bukit. (doc)

CILACAP – Tanah bergerak di Dusun Cisalak Desa Adimulya Kecamatan Wanareja, Cilacap, ancam 3 rumah warga setempat. Bencana ini sebagai imbas dari hujan sepanjang Selasa (9/8/2022) sore hingga malam.

Berdasarkan laporan pemerintah desa, tanah bergerak ini ancam 3 rumah milik Rimelgi, Siti Maisah dan Rastono. Sementara lokasi tanah bergerak ada di 3 lokasi berbeda.

Banjir longsor hajar sejumlah lokasi di Kabupaten Cilacap, Rabu (10/8/2022). Bencana ini terjadi di 6 desa di Kecamatan Wanareja, Cilacap. Banjir longsor di Cilacap terjadi akibat hujan turun sejak Selasa (9/8/2022) malam.

Hujan turun sejak Selasa sore hingga malam. Menjelang tengah malam, banjir mulai terjadi di Desa Madura, Sidamulya, Wanareja dan sebagian Adimulya, Kecamatan Wanareja. Banjir terjadi karena luapan sejumlah sungai akibat naiknya debit air.

Banjir kemudian masuk ke perkampungan warga pada Rabu dini hari. Saat Rabu siang, air sudah surut namun genangan pindah ke areal persawahan warga.

Longsor juga muncul di Desa Majingklak dan Adimulya. Setidaknya 4 rumah warga terdampak longsor dan 3 berada di Desa Adimulya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Wijonardi mengatakan, lokasi longsor di Desa Adimulya berada di tebing. Tanah bergerak di sana ancam membuat 3 rumah warga setempat.

“Saat ini terpantau sudah terjadi longsoran dengan ketinggian antara 4 sampai 8 meter dan panjang 12 meter. Longsoran mengancam keselamatan 3 keluarga,” katanya, Rabu petang.

Dia mengatakan, Tim Reaksi Cepat BPBD Cilacap sudah bergerak ke lokasi. Petugas mendata retakan di sekitar rumah warga terancam itu. Namun retakan ini bukan mahkota longsor yang menjadi indikator terbesar adanya tanah bergerak.

“Tim TRC melaporkan adanya retakan di atas. Tapi belum bisa dikatakan sebagai mahkota longsoran,” katanya.

Wijonardi meminta agar warga tetap waspada terutama yang ada di sekitar retakan tersebut. Termasuk 3 rumah yang kini dalam posisi terancam. Karena wilayah ini sangat mungkin terjadi longsor susulan.

“Memang bukan mahkota longsor. Hanya mengkhawatirkan bisa terjadi susulan longsor,” tegasnya. (*)