Tanggul Kritis Ancam 500 Rumah Warga

  • Bagikan
Tanggul kritis di Sungai Cijalu mengancam warga Desa Mulyadadi dan Jenang, Cilacap. Kerusakan pada tanggul ini sudah lama terjadi dan belum ada perbaikan. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Tanggul kritis di aliran Sungai Cijalu, mengancam 500 rumah warga di Desa Mulyadadi dan Jenang, Kecamatan Majenang, Cilacap. Kerusakan pada tanggul ini sudah lama terjadi dan belum ada perbaikan dari instansi terkait.

Kepala Desa (Kades) Mulyadadi Kecamatan Majenang, Puji Riyanto mengatakan, tanggul kritis ini sudah lama ada, jauh sebelum dirinya menjabat sebagai kades.

“Bahkan sudah terjadi kades sebelumnya,” ujar Puji Riyanto, Senin (20/9/2021).

Dia mengatakan, panjang tanggul kritis ini mencapai 3 KM dan sudah membahayakan warga setempat. Beberapa waktu lalu, warga setempat menggelar kerja bakti untuk memperkuat tanggul.

Namun tanggul ini tidak terlalu kuat menghadapi ancaman saat debit air naik drastis. Terutama saat musim penghujan seperti sekarang ini.

“Tanggul tidak kuat karena perbaikan semi permanen. Beda kalau perbaikan secara permanen,” kata dia.

Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Mulyadadi, Galih Swadana menambahkan, perbaikan tanggul permanen harus diajukan ke instansi terkait. Dalam hal ini Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy.

“Kita usulkan bersama ke balai,” ujarnya.

Sebagai penegas usulan, warga desa setempat sepakat memasukannya dalam skala prioritas Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) tahun 2022-2023. Dengan demikian, bisa menjadi acuan bagi balai dan juga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Kita masukan dalam prioritas usulan karena memang sangat mendesak,” tegasnya. (*)

  • Bagikan