News  

Target PAD Cilacap Meleset. BPPKAD Kambing Hitamkan Covid19

Hotel dan tempat hiburan meminta agar ada penurunan target pajak. Ini berujung pada tidak tercapainya target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Cilacap yang merosot sampai Rp 30 M. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Cilacap tahun 2021, diprediksi tidak akan tercapai sepenuhnya. Pada awal tahun, Pemerintah Kabupaten Cilacap menargetkan perolehan PAD mencapai Rp 702 Miliar. Sumber PAD beberapa diantaranya dari pajak daerah atau retribusi.

Namun belum sampai akhir tahun, Badan Pendapatan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Cilacap sudah melempar handuk. Badan ini pesimis untuk bisa memenuhi target awal dari Pemerintah Kabupaten Cilacap. Target ini akan sulit tercapai sampai pada akhir tahun 2021 nanti.

Kepala BPPKAD Kabupaten Cilacap, Ahmad Fauzi meyampaikan, pihaknya sangat realistis dengan kemungkinan tidak tercapainya target PAD tersebut.

“Target kemungkinan nanti tidak tercapai atau turun,” ujarnya kepada sejumlah awak media, Rabu (1/9/2021).

Dia lalu mengkambing hitamkan pandemi Covid19 yang masih terjadi dan membawa pengaruh besar terhadap pergerakan warga dan ekonomi. Akibatnya banyak pelaku usaha yang kesulitan untuk membayar pajak karena pendapatan mereka menurun.

“Hal-hal ini terkait dengan Covid (19) ini,” katanya.

Salah satu sumber PAD berupa pajak dari hotel, tempat hiburan dan sejenisnya, menurun drastis. Banyak dari mereka tidak mampu memenuhi target yang sudah muncul di awal tahun. Bahkan BPPKAD beberapa waktu terakhir menerima permintaan penurunan target sampai dengan pengurangan pajak.

“Beberapa restauran, hotel minta untuk penurunan atau pengurangan pajak,” terangnya.

Dia memprediksi, penurunan PAD Kabupaten Cilacap mencapai sekitar Rp 30 M. Angka ini masih berupa prediksi dan akan menjadi pertimbangan tersendiri dalam penyusunan anggaran.

“Ini masih prediksi dan akan ada penyesuaian di perubahan APBD (atas) penurunan PAD tersebut,” katanya.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Cilacap juga sudah memprediksi kehilangan anggaran dari pusat sebanyak Rp 40 M. Penurunan ini sudah muncul sejak awal tahun 2021. Hingga Pemerintah Kabupaten Cilacap sudah mengambil ancang-ancang untuk melakukan efisiensi penggunaan anggaran. Salah satunya dengan tidak memaksakan kegiatan yang sulit terwujud.

“Belanja-belanja kita harus efektif dan efisien. Kegiatan hanya yang vital saja sesuai arahan pak Sekda,” tegasnya. (*)