News  

Tekhnisi Tower Tewas Tersengat Listrik

Petugas gabungan berhasil mengevakuasi tekhnisi tower yang tewas karena sengatan listrik, Rabu (29/12/2021). Korban tewas saat berada di tower untuk memasang lampu. (doc)

CILACAP – Maman (36), tekhnisi tower asal Desa Pahonjean Kecamatan Majenang, Cilacap tewas tersengat listrik. Peristiwa naas ini dia alami saat tengah bekerja memasang lampu OBL di salah satu tower yang ada di Desa Karangreja Kecamatan Cimanggu, Cilacap, Rabu (29/12/2021).

Semula, korban berangkat dari rumahnya menuju tower tersebut bersama Ateng Yayat (54) yang juga warga Desa Pahonjean. Sesampai di sana, korban memanjat tower untuk memasang lampu. Sementara Ateng menunggu di bawah.

Setelah naik, korban sempat melakukan pekerjaannya sambil tetap berkomunikasi dengan Ateng. Namun beberapa saat kemudian, komunikasi terhenti dan tekhnisi tower itu tidak merespon panggilan dari bawah.

Salah satu warga setempat, sempat melihat kalau korban sudah tergeletak dan tak bergerak dengan tetap berada di atas tower. Warga ini kemudian berteriak dan memberitahu Ateng.

Mendapati ini, Ateng lalu meminta pertolongan kepada perangkat desa setempat.

Kepala Desa Karangreja Kecamatan Cimanggu, Sarwin mengatakan, perangkat desa segera memeriksa keadaan dan langsung menghubungi aparat terkait.

“Kebetulan tower ada di dekat kantor desa,” katanya.

Mendapati laporan ini, petugas dari Polsek, Koramil dan Puskesmas Cimanggu segera merapat ke lokasi. Tidak berselang lama, petugas dari PLN, Pos Pemadam Kebakaran Majenang dan UPT PJU Wilayah Majenang. Menyusul kemudian tim Basarnas Cilacap juga sampai di lokasi.

Seluruh tim gabungan ini langsung melakukan evakuasi tekhnisi tower yang tewas terkena sengatan listrik. Sesampai di bawah, tim medis dari Puskesmas Cimanggu segera memeriksa korban dan memastikan Maman meninggal karena sengatan listrik.

Kepala Pos Pemadam Kebakaran Majenang, Sartono mengatakan proses evakuasi butuh waktu sekitar 4 jam. Mulai dari sekitar pukul 11.00 sampai dengan 15.00. Petugas menggunakan tekhnik khusus untuk mengevakuasi tubuh tekhnisi tower yang tewas tersengat aliran listrik itu.

“Evakuasi dari jam 11 sampai jam 3,” ujarnya.

Jenasah langsung dibawa ke rumah duka dan diserahkan kepada keluarga korban untuk kemudian dimakamkan di TPU Desa Pahonjean. (*)