News  

Teti Rohatiningsih Ingatkan Peluang Indonesia Emas 2045

Anggota DPR RI Teti Rohatiningsih ingatkan ancaman dan peluang di 2045. Konsekuensi Program Indonesia Emas 2045 adalah mempersiapkan generasi muda dari sekarang. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Teti Rohatiningsih ingatkan peluang sekaligus ancaman saat Indonesia Emas 2045. Ini akan terjadi jika dari sekarang generasi muda tidak serius mempersiapkan diri. Karena di 2045 nanti, anak muda sekarang akan memegang kendali penuh.

Pemerintah sudah mencanangkan Indonesia Emas 2045 dengan bonus demografi. Di masa itu, penduduk usia produktif mendominasi warga negara Indonesia. Karena itu, anak muda punya kesempatan, peluang sekaligus tantangan untuk menjadi pemimpin sekaligus penentu di tahun 2045.

Teti Rohatiningsih menilai anak muda tidak boleh bermalas-malasan dan hanya berpangku tangan saja. Karena peluang saat Indonesia Emas 2045 nanti sangat tergantung pada kesiapan anak muda dari sekarang.

“Jika anak muda males, tidak bergerak, tidak merespon atau tidak diarahkan, maka akan loss generation di 2045,” kata Teti Rohatiningsih.

Dia menambahkan, salah satu hal yang harus mendapat perhatian serius adalah masalah stunting. Angka stunting saat ini menempatkan Indonesia di posisi ke 3 se Asia Tenggara. Demikian juga dengan indikator lain seperti asupan protein per kapita per tahun yang baru mencapai 58 Kg.

Sementara Indonesia sangat kaya akan sumber protein hewani berupa ikan. Baik ikan air tawar maupun ikan laut. Tentu hal ini harus menjadi perhatian bersama.

“Ini sangat miris,” katanya.

“Itu baru dari asupan nutrisi. Bicara stunting itu juga terkait pola asuh yang baik dan benar agar anak tumbuh kembang. Mereka sebagai estafet kepemimpinan di masa mendatang,” katanya.

Dia kembali menekankan, anak muda juga harus siap untuk mengembangkan pertanian, peternakan dan perikanan. Ini dengan melihat konsumsi protein yang masih rendah dan harus ditingkatkan.

“Jika angka konsumsi protein naik, maka kebutuhan akan naik dan ini jadi peluang. Potensi daerah luar biasa, baik perikanan, pertanian dan peternakan masih banyak yang bisa kita garap,” tegasnya. (*)