Tiga Santri MA El Bayan Wakili Jawa Tengah di Konferensi Internasional Santri Mendunia

Salah satu santri tengah memberikan presentasi di ajang Santri Mendunia. Santri MA El Bayan, menjadi satu-satunya delegasi yang berasal dari madrasah karena sisanya dari perguruan tinggi. (doc MA El Bayan)

Jakarta – Tiga santri dari MA El Bayan, Kecamatan Majenang, Cilacap, terpilih untuk mengikuti International Conference Santri Mendunia. Ketiga santri tersebut adalah Azriel Ridho Alwansyah, Muhammad Khafi, dan Muhammad Khoerul Anam.

Ajang internasional ini berlangsung di tiga negara sekaligus, yakni Malaysia, Singapura, dan Thailand, dan berakhir pada 20 Januari 2025. Konferensi ini bertujuan mempersiapkan generasi santri berwawasan global tanpa meninggalkan nilai-nilai pesantren.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari sejumlah dosen di universitas ternama di ketiga negara tersebut. Para peserta sebelumnya telah melalui serangkaian seleksi sejak Oktober 2024, termasuk pengiriman karya tulis ilmiah, video bertema serupa, wawancara, hingga pengumuman kelulusan. Peserta yang lolos kemudian mempersiapkan materi untuk dipresentasikan selama acara berlangsung.

Santri MA El Bayan terpilih menjadi kontingen resmi yang mewakili Jawa Tengah dalam ajang bergengsi ini. Mereka juga menjadi satu-satunya peserta dari madrasah aliyah (setara SMA), sementara mayoritas peserta lainnya adalah mahasiswa perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia.

“MA El Bayan menjadi satu-satunya madrasah yang berpartisipasi dalam program internasional ini,” tulis keterangan resmi dari pihak MA El Bayan.

Kepala MA El Bayan, Hj. Faiqoh Subky, S.H., M.Pd., menyatakan kebanggaannya atas prestasi para santri. Ia menegaskan bahwa keterlibatan ketiga santri, sejalan dengan visi MA El Bayan yang terus mendorong siswa untuk berprestasi di berbagai bidang.

“Ini sangat sesuai dengan misi MA El Bayan Majenang, yaitu We Are The Best,” ujar Hj. Faiqoh.

Partisipasi ketiga santri ini tidak hanya membawa nama baik sekolah, tetapi juga memperlihatkan kemampuan santri madrasah aliyah untuk bersaing di tingkat internasional. (*)