Transformasi Pendidikan Menuju Pembelajaran Mendalam

ilustrasi

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menetapkan Kurikulum Nasional 2025/2026 dan tetap mempertahankan Kurikulum 2013 (K-13) serta Kurikulum Merdeka. Pemerintah juga memasukkan metode deep learning untuk memperkuat pembelajaran mendalam dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Cambridge Dictionary mendefinisikan deep learning sebagai metode yang membantu seseorang memahami konsep secara utuh dan tidak mudah lupa. Oleh karena itu, para pendidik di Indonesia mulai mendorong pembelajaran mendalam yang membiasakan siswa berpikir kritis, kreatif, dan mandiri dalam memecahkan masalah.

Pemerintah telah menetapkan Kurikulum Merdeka sebagai kurikulum nasional melalui Permendikbudristek No. 12 Tahun 2024. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, tetap memberikan kesempatan bagi sekolah untuk menggunakan K-13. Dengan langkah ini, pemerintah memberi ruang bagi sekolah dalam menerapkan pembelajaran mendalam sesuai kondisi masing-masing.

Memperkuat Pembelajaran Mendalam

Kemendikdasmen akan menerapkan pembelajaran mendalam di semua jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA, dalam Kurikulum 2025. Para guru akan mengikuti pelatihan intensif agar mereka mampu menerapkan pembelajaran yang sadar (mindful), bermakna (meaningful), dan menyenangkan (joyful).

Pemerintah juga akan mendampingi proses penerapan pembelajaran mendalam di 514 kabupaten/kota dan 38 provinsi. Pemerintah menyiapkan pelatihan guru dan penyediaan sumber daya agar seluruh sekolah siap menjalankan pendekatan ini secara maksimal.

Melalui Kurikulum 2025, pemerintah menegaskan bahwa pembelajaran mendalam menjadi arah utama pendidikan nasional. Pemerintah ingin membentuk peserta didik yang memahami materi secara menyeluruh, bukan sekadar menghafal, agar mampu menghadapi tantangan zaman digital.

Pemerintah juga memperkuat pembelajaran mendalam dengan menambahkan mata pelajaran pilihan seperti coding dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Menteri Abdul Mu’ti mendorong pelajar menguasai teknologi digital agar siap bersaing dalam Revolusi Industri 4.0.

Kemendikdasmen akan mulai mengajarkan coding dan AI pada siswa SD kelas atas dan SMP. Meski begitu, pemerintah tetap menyesuaikan penerapan pembelajaran ini dengan kesiapan fasilitas sekolah seperti perangkat teknologi dan akses internet.

Pemerintah juga bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) untuk menyusun kurikulum yang mendukung pembelajaran. Mereka juga melatih guru agar mampu mengajarkan coding dan AI dengan cara yang efektif dan aplikatif di kelas. (*)