News  

Uji Coba Terminal Karangpucung Awal Februari 2023

Dinas Perhubungan Cilacap bersiap menggelar uji coba Terminal Karangpucung pada Februari 2023. (doc)

CILACAP – Dinas Perhubungan Kabupaten Cilacap berencana untuk lakukan uji coba Terminal Karangpucung pada awal Februari 2023. Saat ini dinas terus menggarap persiapan uji coba terminal tersebut. Termasuk memastikan keberadaan sumber air bersih untuk pengguna Terminal Karangpucung.

Pemerintah Kabupaten Cilacap menggagas untuk memindahkan Terminal Karangpucung sejak sebelum pandemi. Pembangunan terminal tersebut sempat terhenti karena masa pandemi memaksa pemerintah melakukan re-focusing anggaran.

Sementara terminal lama, tepat berada di pertigaan jalan nasional dengan ruas Karangpucung-Sidareja. Terminal ini berada di atas lahan milik Pemerintah Desa Karangpucung.

Kepala UPT Terminal di Dinas Perhubungan, Masikhin Jaffar mengatakan, pihaknya akan melakukan uji coba Terminal Karangpucung.

“Uji coba Terminal Karangpucung nanti pada 3 Februari,” katanya, Selasa (24/1/2023).

Dia mengatakan, uji coba Terminal Karangpucung ini bagian dari evaluasi setelah selesainya pembangunan bangunan utama. Seperti tempat tunggu penumpang, areal bus dan akses keluar masuk bus. Demikian juga dengan pintu masuk dan keluar yang semuanya berada di sisi timur.

Demikian juga dengan kemudahan manuver bagi bus yang akan masuk maupun keluar dari sana. Ini mengingat Terminal Karangpucung berada di tepi jalan nasional yang menghubungkan selatan Jawa.

“Kemarin sempat kita coba untuk manuver. Tapi mungkin kurang landai (antara) terminal dengan jalan nasional. Ada info besok akan dibuat landai,” katanya.

Dia menambahkan, tahun ini akan ada penambahan fasilitas berupa tempat ibadah dan kios untuk para pedagang. Demikian juga dengan kantor petugas Terminal Karangpucung.

“Kalau tempat pedagang di tempat tunggu sudah selesai. Tinggal kios, tempat ibadah dan kantor,” katanya.

Jika sudah ini selsai, maka terminal lama akan menjadi milik Pemerintah Desa Karangpucung. Karena terminal ini berdiri di atas lahan desa.

“Ya nantinya akan kita kembalikan ke Desa. Kalau dulu memang ada wacana untuk jadi ruan terbuka hijau. Tapi ya itu tergantun desa,” terangnya. (*)