CILACAP – “Umur” Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Malabar, Cilacap, ternyata tinggal 15 tahun lagi. Tempat ini sekarang sudah nampak penuh dengan limbah domestik yang berasal dari 4 kecamatan di wilayah barat Cilacap.
TPA Malabar berada di Desa Malabar Kecamatan Wanareja dengan luas kurang lebih 2,6 ha. Lokasinya cukup jauh dari pusat Majenang dan Wanareja. Di sekitar tempat ini ada areal sawah dan sungai kecil di sisi timur. Tiap hari, setidaknya 90 meter kubik limbah domestik masuk ke sana.
Kepala UPT DLH Wilayah Majenang, Slamet Santoso mengatakan, umur TPA Malabar maksimal tinggal 15 tahun lagi.
“Kami perkirakan antara 10 sampai 15 tahun masih bisa,” katanya.
Menurutnya, masalah pengelolaan limbah domestik menjadi penyunat umur TPA Malabar. Pertama karena faktor cuaca. Hujan turun sepanjang 2022 ini membuat proses pengeringan limbah secara alami, mengalami hambatan.
Jika terik, maka gas metana yang ada di limbah domestik akan mudah membakar saat terkena panas matahari. Hingga tumpukan limbah akan dengan mudah menyusut drastis.
“Gas metana ini kalau ketemu panas akan mudah membuat limbah terbakar. Hingga volume susut,” kata Slamet.
Selain itu, jumlah volume limbah yang masuk ke TPA Malabar bertambah banyak. Kenaikan ini sampai 10 persen. Penyebabnya karena penambahan jumlah pelanggan yang dilayani petugas UPT DLH wilayah Majenang.
“Tiap tahun ada kenaikan. Tapi tidak sampai 10 persen,” kata dia.
Slamet mengatakan, saat ini pihaknya terus berupaya memaksimalkan pelayanan kebersihan dengan membawa limbah domestik. Penyumbang terbesar limbah domestik berasal dari perumahan warga. Tiap tahun jumlah pelanggan dari kalangan ini selalu meningkat. Menyusul kemudian pasar tradisional. Sementara dari perkantoran pemerintah dan swasta tergolong kecil. (*)






