News  

Vaksin Jadi Syarat Besuk Pasien

RSUD Majenang mulai ijinkan pembesuk pasien. Syaratnya mereka harus sudah vaksin dengan lolos barcode peduli lindungi. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Vaksin masih menjadi syarat utama untuk kegiatan masyaraka, termasuk saat besuk pasein. Manajemen RSUD Majenang mulai ijinkan warga untuk bisa besuk pasien rawat inap.

Namun demikian, manajemen menerapkan aturan dan batasan secara sangat ketat. Salah satu syarat adalah warga sudah vaksin saat akan besuk pasien di sana.

Manajemen juga mensyaratkan 8 item yang harus dipenuhi calon pembesuk. Mulai dari ketentuan jam besuk, jumlah maksimal pemgunjung tiap pasien dan penerapan protokol kesehatan.

Kepala Bidang Pelayanan RSUD Majenang, dr Nur Cahyo mengatakan, aturan ini sudah diberlakukan sejak Jumat (4/2/2022).

“Sudah dari (jumat) kemarin,” kata dia, Sabtu (5/2/2022).

Dia mengatakan, vaksin menjadi satu syarat besuk pasien dan tidak bisa ditawar. Mereka harus terlebih dahulu men-scan barcode aplikasi Peduli Lindungi saat masuk maupun keluar. Tanpa itu, calon pengunjung pasti tidak bisa masuk ruang perawatan.

“Harus lolos barcode,” kata dia.

Selain itu, dia memastikan anak yang belum 11 tahun tidak bisa masuk. Demikian juga jika calon pembesuk tengah dalam kondisi demam, flu dan batuk.

Meski sudah membuka kesempatan bagi pembesuk, jumlah yang bisa masuk masih sangat terbatas. Yakni hanya 50 orang. Jika sudah mencapai 50 dan terdata melalui barcode Peduli Lindungi, maka pengunjung berikutnya harus bersabar.

“Kalau sudah 50, kita klik barcode pasti tidak bisa,” kata dia.

Proses penyiapan agar RSUD Majenang bisa menerima pembesuk tidak mudah. Manajemen harus mengajukan ijin terlebih dahulu sejak 3 bulan lalu. Plus ada penyiapan lain seperti barcode aplikasi tersebut.

“Dan yang pasti, kita sudah level 2. Itu minimal. Kalau masih level 3 apalagi 4, tidak mungkin,” tegasnya. (*)