Varian Baru Covid19, RSUD Siapkan Lagi Ruang Isolasi

Salah satu ruang isolasi di RSUD Majenang saat masih pandemi. Saat ini, rumah sakit pemerintah itu kembali siagakan 19 ruang isolasi setelah muncul varian baru Covid19. (doc)

CILACAP – Virus Covid19 sub varian baru, Eris memaksa seluruh fasilitas kesehatan membuat langkah antisipatif. Termasuk menyiagakan kembali ruang isolasi khusus untuk pasien penderita Covid19.

Pemerintah memang sudah memastikan pandemi sudah berakhir dan menjadi hanya endemi Covid19. Masyarakat mendapatkan keleluasaan dalam beraktifitas dan tidak lagi bergantung pada penggunaan masker di tempat umum.

Namun baru-baru ini, muncul varian baru Covid19 dengan gejala yang hampir sama. Seperti batuk, pilek dan demam. Bahkan gejala ini bisa bertahan selama 2 minggu bagi kasus tertentu. Hal ini kemudian memaksa manajemen rumah sakit menyalakan alarm tanda waspada.

Salah satunya adalah dengan meminta pasien penderita batuk influenza untuk menggenakan masker saat berada di lingkungan rumah sakit. Bahkan ada rumah sakit yang menyiagakan kembali ruang isolasi.

Kabid Pelayanan RSUD Majenang, dr Nur Cahyo mengakui, sudah ada 19 ruang isolasi untuk bagi pasien yang terjangkit varian baru Covid19.

“Kita siagakan 19 ruang isolasi,” kata dia.

Dia mengatakan, ruang ini sebenarnya sudah ada jauh sebelum ada pandemi. Ruang ini berada di tiap bangsal perawatan yang memang sudah menjadi prosedur tiap rumah sakit.

“Ruang ini sebenarnya sudah ada dari dulu. Hanya sekarang kita siagakan lagi,” kata dia.

Menurutnya, pasien dengan gejalan tertentu juga diminta untuk tetap mengenakan masker. Seperti mereka yang merasakan batuk, influeenza dan demam tinggi. Hal ini sebagai langkah untuk mencegah terjadi penularan kembali Covid19 dengan varian baru tersebut.

“Yang kena batu pilek kita minta tetap pakai masker,” katanya.

Dia menambahkan, sampai saat ini pihaknya belum menerima pasien terpapar Covid19 dengan varian baru.

“Sampai sekarang belum ada,” kata dia. (*)