Virus Covid19 Varian India Lebih Cepat Menular

  • Bagikan
Varian baru Covid19 yang dibawa ABK Filipina lebih cepat menyebar. Hanya butuh 1 X 24 jam sementara varian lama bisa sampai 1 minggu. (ilustrasi/doc)

CILACAP – Virus varian India yang menjangkiti 13 Anak Buah Kapal (ABK) Hilma Bulker, ternyata memiliki kecepatan dalam hal menularkan Covid19. Kecepatannya bahkan jauh menandingi varian yang sudah masuk tanah air sejak 2020 lalu.

Varian lama butuh waktu 5 sampai 10 hari untuk menularkan Covid19 dari satu penderita ke warga lainnya. Namun, penderita baru ini belum tentu langsung menunjukkan gejala hingga ada kasus Orang Tanpa Gejala (OTG).

Sementara varian India ini, hanya butuh sehari untuk bisa menempel ke tubuh penderita baru. Tentu saja hal ini membuat penyebarannya kian cepat. Untuk sementara belum diketahui apakah varian ini lebih mematikan atau tidak dibandingkan yang lama.

“Lebih cepat menular. Hanya butuh 1 X 24 jam,” ujar Direktur RSUD Cilacap, dr Moch Ilyas Rianto, Minggu (23/5/2021).

Dia mengatakan, virus yang dibawa ABK Hilma Bulker dan tercatat sebagai warga Filipina ini kemudian terdeteksi usai pemeriksaan oleh Balitbang Kementerian Kesehatan RI. Secara ilmiah virus ini diberi kode B 1617.2.

Rian mengakui saat ini ada sejumlah tenaga kesehatan dan karyawan RSUD Cilacap yang terbaring karena terpapar Covid19 dimana 9 diantaranya harus masuk ruang perawatan. Total ada 32 nakes dan karyawan yang terpapar.

Namun demikian, pihaknya belum bisa memastikan apakah nakes dan karyawan ini disusupi B 1617.2 yang berasal dari India. Manajemen RSUD Cilacap masih menunggu hasil pemeriksaan di Balitbang Kemenkes RI.

“Kelum tahu apakah karyawan dan nakes kita kena virus varian baru. Nunggu hasil lab Balitbang Kemenkes,” tandasnya.

Keberadaan varian baru India dan masuk masuk Kabupaten Cilacap ini sudah dipastikan oleh pemerintah. Virus ini dibawa oleh Anak Buah Kapal (ABK) KM MV Hilma Bulker asal Filipina yang sandar di Cilacap, 25 April lalu, dipastikan terpapar virus Covid19 varian baru. Seluruh ABK yang dinyatakan positif ini terkena varian India berkode B 1617.2, berdasarkan pemeriksaan oleh Balitbang Kemenkes RI.

“Hasil pemeriksaan WGS pada 13 ABK Filipina yang terkonfirmasi Covid19 oleh Balitbang Kemenkes RI adalah varian India B 1617.2,” ungkap Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji saat menggelar jumpa pers di Pendopo Wijaya Kusuma, Sabtu (22/5/2021) sore.

Dia mengatakan, Balitbang sudah melakukan pemeriksaan squencing terhadap sample para ABK yang dikirim oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap dan KKP Cilacap. Sample ini diambil melalui pemeriksaan swab yang dilakukan saat pemeriksaan awal terhadap seluruh ABK Filipina tersebut. (*)

  • Bagikan